Selasa, 28 de abril de 2026 – 17h31 WIB
VIVA –Transformasi kooperasi di Indonesia Timur kian menemukan momentumnya. Tidak hanya tumbuh sebagai entitas bisnis, koperasi kini menjelma menjadi ecosistem yang saling menguatkan
Kemendagri Ungkap Pentingnya Peran Koperasi Desa Sebagai Motor Penggerak Ekonomi Berbasis Masyarakat
Peran ini ditunjukkan secara nyata oleh Koperasi Simpan Pinjam Tanaoba Lais Manekat (TLM) yang sebagai kakak asuh bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di berbagai wilayah Indonesia Timur.
O modelo pendampingan ini menjadi bukti bahwa koperasi tidak lagi berjalan sendiri, melainkan tumbuh melalui kolaborasi e gotong royong antar koperasi, didukung oleh pemerintah dan lembaga pembiayaan.
LPDB Buka Pendaftaran Inquilino Incubasi 2026, Koperasi Diajak Akselerasi Pertumbuhan Bisnis
Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa pendekatan kakak asuh merupakan strategi penting to mempercepat penguatan KDKMP di seluruh Indonesia.
“Saya sudah sampaikan kepada LPDB e Koperasi Simpan Pinjam Tanaoba Lais Manekat untuk bersama-sama membantu pengembangan bisnis koperasi di tingkat desa dan kelurahan, mulai dari memperluas usaha hingga memperkuat pembiayaan permodalan. Ini penting agar koperasi benar-benar menjadi kekuatan ekonomi baru Maszarakat”, disse Menteri Koperasi.
Menko Zulhas Wanti-wanti SPPG Harus Serap Produk Pangan Desa hingga UMKM Lokal
Ia juga menekankan bahwa kehadiran KDKMP bukan hanya program, tetapi instrument to mengubah massarakat desa menjadi pelaku ekonomi aktif dengan dukungan akses permodalan yang nyata.
Tanaoba Lais Manekat: Dari Koperasi Crédito Menjadi Penggerak Ecossistema
Sebagai koperasi comngan kinerja impresif dan aset yang terus bertumbuh hingga menembus Rp1,2 triliun, Koperasi Simpan Pinjam Tanaoba Lais Manekat tidak berhenti pada layanan simpan pinjam. Essa operação pode transformar a diversificação da área de uso do setor, a distribuição de pequenas quantidades, a maior parte da operação, muito mais do que isso e do que fazer.
Pendampingan terhadap KDKMP Manulai II em Kupang menjadi salah satu contoh concreto. Melalui skema kolaborasi usaha, a operação deste produto consiste em um produto confiável, sistema de confiança, hingga penguatan kapasitas usaha anggota. Dampaknya mulai terlihat dari peningkatan atividades econômicas e potencialmente omzet kooperasi yang terus berkembang.
Direktur Bisnis LPDB Koperasi, Oetje Koesoema Prasetia, menegaskan bahwa LPDB hadir to memperkuat pola kemitraan antar koperasi sebagai bagian dari strategi seedal pengembangan koperasi berbasis ekosistem.
“Apa yang dilakukan oleh Koperasi Simpan Pinjam Tanaoba Lais Manekat menunjukkan bahwa koperasi yang kuat dapat menjadi lokomotif bagi koperasi lain di tingkat akar rumput. LPDB Koperasi hadir untuk memperkuat peran tersebut melalui dukungan pembiayaan yang terintegrasi dan berkelanjutan,” kata Oetje.
Halaman Selanjutnya
Ia menambahkan, sinergi antara LPDB, koperasi besar, serta dukungan pemerintah daerah akan menjadi kunci no sistema membangun pembiayaan yang inclusivé.


