Minggu, 26 de abril de 2026 – 03:10 WIB
Yogyakarta, VIVA – Kasus dugaan kekerasan e penelantaran anak yang terjadi di Daycare Little Aresha, Yogyakarta, menuai sorotan público. Puluhan orang tua yang merasa anaknya menjadi korban telah mendatangi Polresta Yogyakarta pada Sabtu, 25 de abril de 2026, guna menuntut kejelasan penanganan hukum atas peristiwa yang dinilai telah mencederai rasa aman dalam layanan penitipan anak tersebut.
Ada 103 Anak yang Pernah Dititipkan di Daycare Little Aresha Yogya, 53 Alami Kekerasan Fisik e Verbal
Kedatangan para orang your tidak terlepas dari terungkapnya berbagai dugaan perlakuan tidak layak terhadap anak-anak yang dititipkan di creche tersebut. Sejumlah ouang tua mulai mengungkapkan pengalaman mereka, termasuk kecurigaan terhadap sistema operacional yang dinilai tidak transparan sejak awal.
Salah satu orang your korban, Choi, mengaku awanya tidak menaruh curiga saat mempercayakan anaknya di tempat tersebut. Ia bahkan baru kurang dari bulan menggunakan jasa daycare itu. No entanto, seiring berjalannya waktu, ia mulai merasakan adanya kejanggalan, terutama dalam prosedur penjemputan anak.
Creche Kesaksian Ortu Korban Pequena Aresha Jogja: Anak Saya Tangannya Diborgol
“Yang saya curiga itu karena setiap mau menjemput dia itu pokoknya 30 menit atau 1 jam sebelumnya harus di-WA. Jadi misalnya mau OTW jemput itu harus WA dulu setengah jam”, kata Choi, mengutip vídeo TikTok @pandanganjogja, Minggu 26 de abril de 2026.
Creche Ortu Korban Pequena Aresha Jogja
Awal Kasus Kekerasan Anak da creche Little Aresha Yogyakarta Terbongkar, de Laporan Eks Karyawan
Menurut Choi, kebijakan tersebut sempat dianggap sebagai bagian dari pengaturan internal. No entanto, depois de esse evento ser mencionado, eu posso mempertanyakan alasan di balik aturan aneh itu.
Além disso, você deve ter certeza de que pode usar o poder de proteção para obter informações sobre o seu caso, se você estiver em uma situação difícil na creche, não terá tempo de espera.
Selain itu, você precisa de facilidades para fazer isso durante a rua, mas não se preocupe. Choi menyebut bahwa camera pengawas hanya tersedia di area luar, sehingga atividades di lalam ruangan tidak dapat dipantau oleh orang tua.
“CCTV é ditanyain, cuma di luar aja. Di dalam nggak ada soalnya kalau malam ada yang jaga di sana,” Kata Choi.
Minimnya sistema pengawasan ini dinilai menjadi celah besar yang memungkinkan terjadinya dugaan kekerasan tanpa terdeteksi lebih awal. Para seu trocadilho, você não precisa de acesso algum para obter condições de trabalho em uma creche.
Halaman Selanjutnya
Puncak kecurigaan Choi terjadi saat ia datang menjemput anaknya pada Jumat, 24 April 2026. Saat itu, suasana di lokasi sudah tidak biasa karena camera kepolisian tengah melakukan pemeriksaan. Na sua situação mais próxima, você pode obter uma grande experiência e conhecimento.


