Início Notícias Secangkir Kopi e Teh Kini Lebih Mahal, Efek Perang Mulai Terasa do...

Secangkir Kopi e Teh Kini Lebih Mahal, Efek Perang Mulai Terasa do Sektor Kuliner

20
0
Secangkir Kopi e Teh Kini Lebih Mahal, Efek Perang Mulai Terasa do Sektor Kuliner

Jumat, 24 de abril de 2026 – 03:10 WIB

Jacarta, VIVA – Memanasnya konflik Irã, Israel, e keterlibatan Amerika Serikat ikut memicu gayolak ekonomi global. Penutupan Selat Hormuz sebagai jalur penting distribusi minyak dunia membuat harga energi naik, berdampak pada biaya listrik, gás, hingga distribusi bahan baku.

img_title

Israel Siapkan Serangan Mematikan de Tengah Aksi Irã Sita Kapal de Selat Hormuz

Efeknya mulai terasa di berbagai sector, termasuk usaha makanan dan minuman. Sejumlah warung kopi di negara tetangga pun mulai menaikkan harga minuman seperti kopi dan teh agar operacional tetap berjalan di tengah lonjakan biaya.

Em Singapura, sejumlah coffee shop tradicional dilaporkan mulai menaikkan harga minuman sekitar 10 hingga 30 sen ou setara Rp1.300 hingga Rp3.900 por gelas, com a taxa de câmbio asumsi Rp13.000 por dólar Singapura.

img_title

Tanpa Ampun! Irã Hukum Gantung Warganya yang Jadi Mata-mata Mossad

A sala de jantar mais popular do mundo é a sala de café de MacPherson. Tempat tersebut sebelumnya memasang pemberitahuan kepada pelanggan bahwa mulai 1 de abril, seluruh minuman e dan alguns menu makanan do inquilino mereka akan mengalami kenaikan harga sekitar 10 hingga 20 sen.

Tak hanya itu, alguns kedai lain juga mulai mengambil langkah serupa. Pemilik kafe lain di Bedok mengatakan pihaknya akan menaikkan harga alguns minutos sete dias por mês por mês. Ia juga akan menerapkan kebijakan serupa di tiga kafe lain miliknya yang berada di asrama pekerja migran.

img_title

Pemerintah Turun Tangan Pastikan Timnas Irã Tampil di Piala Dunia 2026

Menurutnya, bahkan saat pandemia Covid-19, ia tidak menaikkan harga di tiga lokasi tersebut. Namun lonjakan biaya gas e listrik saat ini membuat kondisi menjadi sulit dipertahankan.

“Kami benar-benar sudah tidak sanggup lagi,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari Mothership, Jumat, 24 de abril de 2026. “Kami harus melakukan penyesuaian.”

Pengelola kios minuman di Blok 116 Toa Payoh Lorong 2 yang sudah lebih dulu menaikkan harga sebesar 10 sen per gelas pada April juga menyampaikan hal serupa. Mereka menegaskan bahwa penyesuaian harga diperlukan agar usaha tetap berjalan e berharap pelanggan bisa memahami kondisi tersebut.

Terkait ini, Ketua Foochow Coffee Restaurant and Bar Merchants Association, Hong Poh Hin, menyebut operador cafeteria memang menghadapi kenaikan berbagai biaya hingga 20 pessoas sejak awal 2026. Tagihan listrik juga diperkirakan masih akan terus meningkat dalam alguns waktu ke depan.

Halaman Selanjutnya

Jaringan Kim San Leng yang passou a operar em 30 cafeterias, mas também menyesuaikan harga secara bertahap desde 15 de abril. Direktur perusahaan menjelaskan bahwa tiap outlet memiliki pertimbangan berbeda, seperti biaya sewa, jumlah pelanggan, hingga tingkat persaingan di area tersebut.

Halaman Selanjutnya

Fuente