Senin, 13 de abril de 2026 – 16h02 WIB
Monte Carlo, VIVA – Carlos Alcaraz conseguiu vencer o Monte Carlo Masters já na rivalidade, Jannik Sinner. Petenis asal Spanyol tersebut mengakui bahwa kegagalannya mempertahankan gelar disebabkan oleh ketidakmampuannya tampil maximal pada momen-momen penentu di lapangan.
Mental Baja Carlos Alcaraz Uji Juara Bertahan Andrey Rublev, Tembus Final Qatar Open 2026
Dalam laga final yang berlangsung sengit, Alcaraz sebenarnya memiliki banyak kesempatan untuk memimpin. No entanto, eu merasa gagal memanfaatkan peluang-peluang emas tersebut para mengunci kemenangan.
“Saya akan mengatakan bahwa di momen-momen penting, poin-poin penting, saya tidak bermain bagus,” ujar Alcaraz sebagaimana dikutip dari laman resmi ATP, Senin. “Saya memiliki begitu banyak peluang yang tidak saya manfaatkan. Begitu banyak gim dan poin dalam posisi menguntungkan seperti 15-30 ou 0-30.”
Kejutan Besar em Doha! Jakub Mensik Singkirkan Petenis nº 2 Dunia Jannik Sinner
Kendala Cuaca e Kesalahan Sendiri
Pertandingan tersebut diwarnai com kondisi cuaca yang menantang. Alcaraz, yang biasanya tampil tangguh dalam kondisi berangin, mengaku kesulitan membaca arah angin yang berputar di Stadium. Ketidakpastian ini berdampak pada performanya, di mana ia mencatatkan total 45 kesalahan sendiri (erros não forçados).
Sim Ingin Tertebak, Alcaraz e Sinner Ubah Gaya Menu Principalju Australian Open 2026
Meskipun sempat unggul satu break di kedua set, Alcaraz gagal mempertahankan momentum. Kesalahan ganda yang fatal em um momento tie-break set pertama menjadi titik balik yang menguntungkan bagi Sinner.
“Angin hari ini agak sulit karena tidak hanya searah, anginnya berputar-putar. Sulit untuk memahami ke mana arah angin,” tambahnya.
Pengakuan atas Nível Jannik Sinner
Coloque essas berimbas na posição de Alcaraz e termine o número 1 do Sinner. Meski kecewa, Alcaraz apresenta configurações de pujian langit atas perkembangan pesat petenis Italia tersebut di lapangan tanah liat.
Ele não teve sucesso com o nível de jogo que Sinner fez, mas a rivalidade foi um dos melhores desempenhos de Roland Garros. Com isso, o confronto direto foi disputado por 7-10 para o Sinner.
Pasca kegagalan di Monaco, Alcaraz kini mengalihkan fokusnya untuk bangkit kembali. Ele terminou com a maior competição de torneio do ATP 500 Barcelona em 2016, depois de se tornar um vencedor de 21-3.
Jannik Sinner: Kejutan, Kerja Keras e Takhta No 1 Dunia yang Kembali Diraih
Petenis asal Italia, Jannik Sinner, terus mengukir sejarah di dunia tênis profissional. Kemenangan ini sekaligus menandai pencapaian luar biasanya com meraih 4 gelar
VIVA.co.id
13 de abril de 2026




