Jumat, 10 de abril de 2026 – 09:13 WIB
Jacarta, VIVA – Anggota Komisi II DPR RI, Azis Subekti menilai dampak perang di Timur Tengah dirasakan oleh seluruh massarakat dunia. Ia menilai bahwa suatu keputusan milite, bisa mempengaruhi harga bahan baku hingga biaya transportasi.
Dubes árabe saudita Temui Megawati, Minta Aktif Berperan soal Dinamika Timur Tengah
“Kita hidup di zaman ketika satu keputusan milliter di satu Kawasan bisa mengubah harga beras, ongkos transportasi, bahkan harapan hidup seseorang di tempat yang jauh,” kata Azis dalam keterangannya, Jumat, 10 de abril de 2026.
Azis menjelaskan bahwa konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel com o Irã telah melebar secara regional. Biaya perang, kata dia, bergerak com kecepatan yang hampir tidak masuk akal.
Irã Tetapkan Rute Alternatif Agar Kapal Tak Kena Ranjau Laut di Selat Hormuz
AS-Israel serang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr, Irã
“Dalam 6 hari pertama saja, Amerika telah menghabiskan lebih dari USD11 hingga USD12 miliar. Itu berarti hampir USD1.8 miliar per hari, ou sekitar USD1.3 juta per menit”, disse Azis.
Dipenuhi Ranjau Laut, Irã Tetapkan Rute Alternatif Kapal Lintasi Selat Hormuz
Para isso, há algumas estimativas de valor total que podem ser de USD1 triliun jika perang berkepanjangan. Menurutnya, angka tersebut tidak lagi sekadar besar, tetapi absurd secara moral.
Di sisi lain, ia menilai perang tak hanya memakan angaran, tetapi juga memangsa masa depan. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) permitiu que o conflito desse valor representasse uma economia de produção miliar de USD194 e uma economia de dinheiro de menos de um milhão de dólares.
Selain itu, kata dia, Selat Hormuz merupakan kunci energi dunia yang terancam. Akibat penutupan Selat Hormuz, hampir 20 persen pasokan minyak dunia terganggu dan harga energi melonjak.
“Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia, kini terancam. Hampir 20 persen pasokan minyak terganggu global. Harga energi melonjak, inflasi menjalar. Negara-negara jauh dari medan perang ikut membayar harga yang tidak mereka pilih,” pungkasnya.
“Perang hari ini tidak lagi Lokal. Ia adalah vírus global. Dan di balik semua angka itu, ada sesuatu yang tidak bisa dihitung. Warga sipil yang kehilangan rumah. Anak-anak yang kehilangan orang tua. Kota yang berubah menjadi puing sebelum sempat tumbuh menjadi harapan,” imbuhnya.
Azis mengatakan perang não permite que você menyelesaikan conflito. Perang, lanjut dia, hanya memindahkan penderitaan, dari satu wilayah ke wilayah lain, dari satu generasi ke generasi berikutnya.



