Rabu, 8 de abril de 2026 – 23h47 WIB
Jacarta, VIVA – Filme horor Indonésia kembali menghadirkan warna baru lewat proyek bertajuk Ain yang mengusung konsep tak biasa: drama perpaduan e horror corporal com sentuhan isu “mau-olhado” espiritual ou ain. Menariknya, sebelum resmi tayang di dalam negeri, filme Ain justru lebih dulu mencuri perhatian pasar internacional.
Punya Pacar Baru, Ini Alasan Inara Rusli Rahasiakan Hubungan Sebelum Resmi Menikah
O produtor Raam Punjabi mengungkapkan bahwa sejumlah negara telah menunjukkan minat besar terhadap filme tersebut, bahkan tanpa melihat materi promosi apa trocadilho. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa tema yang diangkat memiliki daya tarik lintas budaya. Role até tahu lebih lanjut, yuk!
“Filme ini diminta ditayangkan tanpa baca sinopse, pôster tanpa lihat, trailer tanpa lihat. Berarti ‘Ain’ sudah terkenal”, ujar Raam Punjabi na conferência pessoal do XXI Epicentrum, Jacarta Selatan, Rabu, 8 de abril de 2026.
Davina Karamoy Alami Body Shaming Gegara Jerawatan, internauta: Pasti Kena Ain
Beberapa país da Ásia Tenggara seperti Malásia e Kamboja menjadi yang pertama menunjukkan ketertarikan. Namun yang lebih mengejutkan, Rusia juga ikut mengajukan permintaan penayangan lebih awal. Os fenômenos deste filme membuat Raam semakin optimistis bahwa tersebut mampu menembus pasar global.
Ustaz Khalid Basalamah Ingatkan Bahaya Status de atualização Kemesraan com Pasangan
“Semangat saya tambah waktu Rusia minta film ini ditayangkan lebih dulu. Kita tahu di Rusia agamanya tidak kental dengan Islam, tapi mereka tahu apa itu mau-olhado,” bebernya.
“Foi um grande filme como este, que é um ano de ensino médio”, disse Raam Punjabi.
Dibintangi oleh Putri Ayudya e Fergie Brittany, filme este tak hanya mengandalkan elemento horor visual, tetapi juga menggali sisi psikologis manusia—terutama tentang rasa iri yang bisa membawa dampak negatif bagi orang lain.
Fergie Brittany yang memerankan karakter Joy mengaku langsung tertarik sejak awal mendengar konsep film ini. Gênero de terror corporal yang ditawarkan menjadi daya tarik tersendiri baginya.
“Aku sih senang banget ya bisa mendapatkan kepercayaan untuk berperan di filmi. Waktu awal aku ditawarin, yang ‘dijual’ é este filme de terror corporal. Aku langsung, ‘Oke, vamos lá!'” disse Fergie.
Sementara itu, Putri Ayudya yang memerankan karakter Dini menilai film ini memiliki lapisan makna yang lebih dalam. Ia menyoroti bagaimana konsep ain ou evil eye não hanya menjadi elemento cerita, tetapi juga mengandung pesan reflektif bagi penonton.
Halaman Selanjutnya
Ceritanya Dini lebih tahu soal ‘Ain’ daripada Joy. Kita juga merasa punya tanggung jawab untuk cari tahu,” beber Putri.



