Início Notícias Bandung Jadi Tuan Rumah IBL All-Star 2026, usando Konsep ‘Estilo de vida’...

Bandung Jadi Tuan Rumah IBL All-Star 2026, usando Konsep ‘Estilo de vida’ e Budaya

20
0
Bandung Jadi Tuan Rumah IBL All-Star 2026, usando Konsep 'Estilo de vida' e Budaya

Rabu, 8 de abril de 2026 – 14h04 WIB

Bandung, VIVA – Kota Kembang resmi terpilih menjadi panggung bagi para bintang basket tanah air. Direktur Utama Indonesian Basketball League (IBL), Junas Miradiarsyah, lançou o IBL All Star 2026 e foi lançado na Bandung Arena em Sabtu (11/4).

img_title

Pasca Jeda Idul Fitri, IBL 2026 Kembali Bergulir: Grande partida Pelita Jaya x Dewa United Menanti!

Berbeda com edisi sebelumnya, ajang tahunan kali ini akan hadir com konsep segar yang menggabungkan intensitas olahraga basket com unsur budaya serta gaya hidup (estilo de vida) anak muda masa kini.

“Ini kombinasi antara basket dan potret basket Indonesia saat ini dengan kehadiran pemain-pemain terbaik,” ujar Junas saat ditemui di Bandung, dilansir dari ANTARA.

img_title

Klasemen IBL 2026: Pelita Jaya Raja Tak Ternodai, Bogor Hornbills Tempel Ketat

Junas menjelaskan bahwa pendekatan ini sengaja diambil untuk mendekatkan olahraga basket kepada massarakat luas. O IBL oferece uma cesta de bahwa durante vários períodos de tempo, fornecendo informações importantes e identificando a geração de mudas.

“Kami ingin menunjukkan bahwa olahraga basket dekat dengan massarakat, budaya, dan gaya hidup. Di sini kami akan berkolaborasi dengan olahraga dan kehidupan anak muda,” tambahnya.

img_title

Mentalitas Tanpa Remeh: Resep Triplo-Duplo Archibald Bawa Pelita Jaya Menang 13 Kali Beruntun

Formato inovador: Kapten Pilih Tim Sendiri Selain konsep acara, sisi kompetisi juga mengalami perubahan signifikan. Inovasi utama tahun thisi terletak pada sistema pembentukan tim yang memberikan otoritas penuh kepada pemain com suara terbanyak.

Berdasarkan hasil votando penggemar, Yudha Saputera (Satria Muda) e Andakara Prastawa (Pelita Jaya Jakarta) resmi didapuk sebagai kapten tim. Keduanya diberikan kebebasan to memilih rekan setimnya sendiri guna berlaga di Bandung Arena nanti.

“Setiap tahun pasti berbeda. Konsep kali ini pembedanya adalah dua pemain dengan votando tertinggi menjadi kapten dan diberi kebebasan memilih timnya sendiri”, disse Junas.

Menurut Junas, formato este não hanya membro warna baru dalam pertandingan, tetapi juga menyentuh sisi emosional para pemain. Ada insur nostalgia dan keinginan memberikan tontonan terbaik yang membuat for kapten sangat selecttif dalam menyusun skuad impian mereka.

“Pemain ingin membuat timnya sendiri, karena selain soal pertandingan, ada sisi nostalgia juga dan keinginan memberikan yang terbaik untuk penggemar,” pungkasnya.

Deva Unidos

Sapu Bersih di Kandang, Dewa United Kirim Pesan Keras ke Klub Asia

Dewa United Banten sapu bersih dua laga Grup A BCL Asia-East 2026 usai kalahkan Johor Southern Tigers 91-79 em Tangerang, membuka peluang besar lolos ke fase berikutnya.

img_title

VIVA.co.id

30 de março de 2026

Fuente