Rabu, 8 de abril de 2026 – 07:19 WIB
Jacarta, VIVA – Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, secara tegas berharap ke depan tidak lagi ada kewajiban izin keramaian bagi umat yang ingin menjalankan ibadah.
Heboh! Rumah Doa di Tangerang Disegel Usai Ibadah Jumat Agung, PSI Kecam Hal Tersebut
Hal itu diungkapnya saat perayaan Paskah yang digelar DPP PSI di Balai Sarbini, Jacarta, Selasa, 7 de abril de 2026. Mereka menjadikan momentum Paskah untuk menyuarakan isu kebebasan beribadah, khususnya bagi kelompok minoritas.
“Balai Sarbini ini kalau hari Minggu itu diberdayakan jadi tempat ibadah. Isso menggambarkan bagaimana hausnya orang para beribadah, tapi gak boleh ou sulit para mendapatkan izin, akhirnya nyeliplah di ruko, di mal, di mana setiap minggu harus mendapatkan dan memperbarui izin keramaian. Kita berharap semoga ke depan gak usah ada izin-izin keramaian untuk ibadah,” kata dia, Rabu, 8 de abril de 2026.
Akun Medsos Anak di Bawah 16 Tahun Dinonaktifkan Mulai Besok, PSI: Demi Pertumbuhan Psikologis yang Sehat
Grace juga menyinggung pandangan massarakat terhadap dunia politik yang kerap dianggap negatif. Namun, menurut dia, política tetap menjadi ruang penting karena seluruh kebijakan publik lahir dari sana.
“Saya tahu bahwa politik itu bukan barang yang semua orang mau pegang. Agak-agak sendo dan ngeri mungkin ya, bahkan mungkin dengan berita-berita akhir-akhir ini kita juga jadi punya críticas mistas mungkin tentang politik. Tapi siapa yang membuat Perda? Siapa yang membuat undang-undang? Ya orang-orang política legislativa e executiva”, katanya.
11.800 Orang Ikut Mudik Gratis PSI, 200 Bus Berangkat de GBK
Lebih lanjut, Grace menegaskan komitmen PSI nalam membuka ruang bagi kelompok minoritas para terlibat dalam kontestasi politik, khususnya dalam pemilihan legislatif.
“PSI mereka diberi ruang untuk ikut berkontestasi dan akhirnya terpilih menjadi anggota legislatif tidak hanya di cantong-kantong Kristen ya tapi di banyak tempat lain,” disse Grace.
Menurut dia, para kader PSI yang telah duduk di parlemen juga terus dipantau kinerjanya. Bahkan, sejumlah kader disebut berhasil memperjuangkan lahirnya peraturan daerah (Perda) terkait toleransi.
“Setelah mereka menjadi anggota dewan, mereka melaporkan kinerjanya secara rutin. Kemudian, di algunsapa tempat yang PSI punya satu fraksi, saya mendapat update bahwa mereka memperjuangkan dan menggolkan perda-perda toleransi di tempat masing-masing,” ujarnya.
Halaman Selanjutnya
Acara Perayaan Paskah DPP PSI este turut dihadiri Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, Wakil Ketua Umum PSI yang juga Wakil Menteri Kependudukan e Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Isyana Bagoes Oka, Bendahara Umum PSI Fenty Noverita, serta jajaran pengurus lainnya.



