Início Notícias Trump Sebut AS Bakal Menarik Tarif de Selat Hormuz

Trump Sebut AS Bakal Menarik Tarif de Selat Hormuz

19
0
Trump Ancam Bakal Serang Pembangkit Listrik e Jembatan Iran Selasa Besok

Selasa, 7 de abril de 2026 – 08:40 WIB

VIVA –Presidente Americano Serikat, Donald Trump, mengisyaratkan negaranya akan menarik tarif bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz depois de berakhir. Langkah ini berpotensi membuat AS harus mengendalikan langsung jalur laut strategis tersebut.

img_title

Gencatan Senjata Sementara Ditolak Irã, Trump Tegaskan Batas Waktu Tak Bisa Diundur

Saat ditanya pada Senin apakah ia setuju jika Iran diizinkan memungut biaya dari kapal yang melintas, Trump apenas membalikkan pertanyaan itu.

“Kenapa bukan kita yang menarik tarif? Saya lebih memilih itu daripada membiarkan mereka yang melakukannya. Kenapa tidak? Kita yang menang. Kita menang,” ujarnya seperti dikutip dari laman Al Jazeerah, Selasa 7 de abril de 2026.

img_title

Trump ‘Ngamuk’ Sebut Irã Bisa Diratakan em Waktu Semalam

Trump kembali menegaskan bahwa Irã telah kalah secara milite, klaim yang sudah ia sampaikan sejak awal perang, meski Irã masih terus melancarkan serangan drone dan rudel di Kawasan serta tetap memblokade Selat Hormuz.

“Satu-satunya yang mereka punya itu efek psikologis, seperti, ‘Oh, kita akan menaruh ranjau di laut.’ Ya sudah, kami punya konsep sendiri, yaitu menarik tarif”, disse Trump em uma declaração.

img_title

Irã Tolak Gencatan Senjata, Trump ‘Murka’

Selat Hormuz yang menghubungkan Teluk com Samudra Hindia sebagian besar berada di wilayah perairan Omã e Irã. Sebelum perang, sekitar 20 persen pasokan minyak dunia dan gas alam cair (GNL) melewati jalur ini.

Pernyataan terbaru Trump muncul bersamaan dengan ultimatum yang ia sebut sebagai yang terakhir kepada Teerã yaitu membuka kembali Selat Hormuz e menyetujui syarat de Washington, ou menghadapi serangan terhadap infrastruktur sipil Irã, termasuk jembatan dan pembangkit listrik.

Trump menegaskan bahwa kesepakatan apa trocadilho com o Irã harus mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz.

“Kita harus punya kesepakatan yang bisa saya terima, dan bagian dari itu adalah memastikan arus minyak berjalan lancar,” katanya.

Sejumlah laporan menyebut Irã kini sudah mulai menarik biaya dari sebagian kecil kapal yang diizinkan melintas di selat tersebut.

“Situasi di Selat Hormuz tidak akan kembali seperti sebelum perang”, disse Ketua Parlemen Irã, Mohammad Bagher Ghalibaf, na plataforma X bulan lalu.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Irã, Abbas Araghchi, juga menyerukan adanya pengaturan baru para mengelola jalur tersebut setelah perang, dengan tujuan menjamin keamanan pelayaran sekaligus melindungi kepentingan Iran.

Halaman Selanjutnya

“Saya kira setelah perang, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menyusun protokol baru untuk Selat Hormuz. Tentu saja ini harus dibahas bersama negara-negara yang berada di kedua sisi selat,” ujarnya kepada Al Jazeera pada Maret lalu.

Halaman Selanjutnya

Fuente