Início Notícias Ibunda Rachel Vennya Buka Suara soal Okin Ingin Jual Rumah Anaknya: Tidak...

Ibunda Rachel Vennya Buka Suara soal Okin Ingin Jual Rumah Anaknya: Tidak Tau Diri

17
0
Ibunda Rachel Vennya Buka Suara soal Okin Ingin Jual Rumah Anaknya: Tidak Tau Diri

Jumat, 3 de abril de 2026 – 12h30 WIB

Jacarta, VIVA – Konflik yang melibatkan Rachel Vennya e mantan suaminya, Niko Al Hakim, kini semakin memanas setelah cantou ibunda, Vien Tasman, turut angkat bicara. Sorotan público tak lagi hanya tertuju pada Rachel, tetapi juga pada respons keluarga yang ikut merasa terdampak atas situasi tersebut.

img_title

Rumah Tiba-Tiba Diukur Tanpa Izin, Rachel Vennya Bongkar Bukti CCTV e Sindir Sikap Mantan Suami

Apesar de ser uma pessoa de mídia social, Vien Tasman se tornou uma pessoa privada com Rachel. Percakapan itu memperlihatkan betapa terkejutnya ia mengetahui rumah yang sebelumnya diberikan sebagai solusi nafkah para anak-anak justru hendak diambil kembali. Role ke bawah para simak artikel selengkapnya.

“Isso é serius rumah kemang diambil?” tanya cantou ibu yang dikutip do Instagram @vienstasman pada Jumat, 3 de abril de 2026.

img_title

Rachel Vennya Kaget, Tiba-Tiba Ada Orang Datang Ukur Rumah e Ingin Dijual por Okin

“Sim, sim”, disse Rachel.

Respons tersebut menunjukkan bahwa keputusan terkait rumah itu bukan hanya mengejutkan Rachel, tetapi juga keluarga yang selama ini mengetahui bagaimana proses dan pengorbanan di balik tempat tinggal tersebut.

img_title

Rachel Vennya Geram! Casa para Ganti Nafkah Anak Justru Ingin Dijual Mantan Suami

Tak berhenti di situ, cantou ibu kembali mempertanyakan namib keluarga yang tinggal di rumah tersebut, terutama adik-adik Rachel yang masih menempatinya.

“Terus gmn? Serius kamu biarin dia ambil? Kan baru direnov dan kamu yg bayar cicilannya? Adek adek gimana nanti?” tanya ibunya lagi.

“Iya emg mi.. Aku juga gapaham,” o kata de Rachel.

Dalam lanjutan pernyataannya, Vien Tasman juga melontarkan kalimat yang diduga sebagai sindiran keras terhadap sikap mantan menantunya. Eu menyoroti perjuangan Rachel sebagai ibu yang harus mengurus dan membiayai anak-anaknya sendiri.

“Kamu kerja sendiri menghidupi anak anak kamu, biayain sekolahnya, memastikan mereka hidup nyaman, memberikan pendidikan yang terbaik yang harusnya bukan tugas kamu… tapi tetap aja tidak dihargai dan tidak tau diri,” tulisnya.

Sebelumnya, Rachel também não se importa com a sua casa tersebut sempat menjadi bagian dari kesepakatan tidak tertulis pasca perceraian. No entanto, Karen não é adanya dasar hukum yang kuat, pois Rachel menjadi cukup lemah ketika muncul keinginan to menjual property tersebut.

Situasi semakin rumit ketika muncul rekaman CCTV yang nunjukkan adanya orang asing data to mengukur rumah tanpa isin. Este não é o caso de qualquer pessoa que tenha uma casa, mas não se preocupe com a pessoa sebenarnya.

Halaman Selanjutnya

No conflito de terus bergulir, Rachel memilih para manter o foco em primeiro lugar. Ia menegaskan akan berusaha mandiri dan tidak lagi bergantung pada pihak lain, meski harus menghadapi berbagai tanngan.

Halaman Selanjutnya

Fuente