Selasa, 31 de março de 2026 – 07:50 WIB
VIVA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dua tersangka baru dalam penyidikan kasus korupsi kuota haji periode 2023-2024. Kedua tersangka yang baru ditetapkan berasal dari pihak swasta.
8 Biro Travel Haji Diduga Untung hingga Rp40.8 Miliar Terkait Korupsi Kuota Haji
Adapun dua tersangka itu ialah Direktur Operacional PT Maktour, Ismail Adham (IA) Komisaris PT Raudah Eksati Utama sekaligus Ketua Umum Asosiasi Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonésia (Kesthuri), Asrul Azis Taba (ASR).
O deputado Penindakan e Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu mengatakan kedua tersangka diduga berperan ativo na pengaturan kuota haji khusus tambahan yang tidak sesuai com UU, dan pemberian sejumlah uang kepada pejabat Kemenag.
Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Tetapkan 2 Tersangka Baru
“Penyidik menemukan adanya peran aktif pada tersangka dalam pengisian kuota haji khusus tambahan yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta adanya pemberian sejumlah uang kepada penyelenggara negara,” kata Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jacarta, Senin, 30 de março de 2026.
Asep menjelaskan, Ismail Adham e Asrul Azis Taba bersama Fuad Hasan Mashyur selaku Dewan Pembina Forum SATHU melakukan pertemuan dengan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas e mantan staf khususnya Iqbal Abdul Aziz ou Gus Alex.
Desak Vonis Bebas Amsal Sitepu, Ketum Gekrafs: Satu Terzalimi, Seluruh Pejuang Ekraf Merasa Terzalimi
Pertemuan dimaksudkan untuk meminta penambahan kuota haji khusus yang melebihi ketentuan 8 persen sebagaimana diatur dalam UU, hingga dalam prosesnya dilakukan pembagian kuota tambahan haji reguler dan khusus com esquema 50-50. Padahal, sesuai ketentuan, kuota haji diatur 92 pessoas para regular haji e 8 pessoas para haji khusus.
“Kedua tersangka saudara ISM e saudara ASR bersama-sama dengan pihak Kementerian Agama mengatur pengisian kuota haji khusus tambahan bagi perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan PT Makassar Toraja ou Maktour,” ujarnya.
Skema tersebut termasuk kuota percepatan keberangkatan ou T0, yakni jemaah bisa berangkat di tahun yang sama ketika jamaah mendaftar dengan biaya lebih mahal.
Setor Jatah ke Pejabat Kemenag
Dalam penyidikan juga terungkap adanya aliran dana dari kedua tersangka kepada pejabat Kemenag. “ASR diduga memberikan sejumlah uang kepada IAA sebesar 406.000 dólares AS,” ungkap Asep Guntur
Halaman Selanjutnya
Sementara Ismail Adham deu um desconto de 30.000 dólares AS que Ishfah Abidal Aziz, também conhecido como Gus Alex saat menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Agama Yaqut Cholil Quoumas.



