Início Notícias IRGC Sebut Anak Usia 12 Tahun Bisa Ikut Dukung Perang Irã

IRGC Sebut Anak Usia 12 Tahun Bisa Ikut Dukung Perang Irã

22
0
IRGC Sebut Anak Usia 12 Tahun Bisa Ikut Dukung Perang Irã

Sabtu, 28 de março de 2026 – 17:00 WIB

VIVA –Seorang pejabat dari Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa batas usia mínimo para terlibat dalam peran pendukung terkait perang kini diturunkan menjadi 12 tahun. Pernyataan tersebut disampaikan dalam siaran media pemerintah.

img_title

Meluas, Kelompok Houthi Yaman Luncurkan Serangan Rudal Perdana ke Israel

Pejabat bidang budaya Garda Revolusi di Tehran, Rahim Nadali menjelaskan bahwa sebuah sebuah inisiatif bernama “For Iran” seang merekrut peserta untuk membantu berbagai kegiatan seperti patrulhas, penjagaan pos pemeriksaan, hingga dukungan logistik.

Ia mengatakan bahwa keputusan menurunkan batas usia ini diambil karena semakin banyak anak-anak yang secara sukarela ingin terlibat. Menurutnya, anak berusia 12 hingga 13 tahun kini diperbolehkan ikut serta jika mereka menginginkannya.

img_title

Bukan Trump, Wapres AS JD Vance Bakal Pimpin Negosiasi Akhiri Perang com o Irã

Pernyataan ini disiarkan sebagai bagian dari liputan media pemerintah mengenai upaya perang yang sedang berlangsung, demikian seperti dilansir dari laman Iran Internasional, Sabtu 28 Maret 2026.

Pengumuman tersebut kembali memicu kekhawatiran terkait keterlibatan anak di bawah umur das atividades que berhubungan dengan keamanan no Irã.

img_title

Setelah Malásia, Irã Kini Izinkan Kapal Tailândia Melintas Selat Hormuz

Sebelumnya, saat gelmbang protes pada 2022 yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini, beredar sejumlah gambar di media social yang memperlihatkan anak-anak e remaja mengenakan seragam bergaya milite lengkap dengan perlengkapan pelindung. Hal ini menuai critik dari para pegiat hak anak.

Kebijakan ini juga dinilai bertentangan dengan komitmen Iran terhadap Konvensi Hak Anak, yang melarang keterlibatan anak-anak das atividades militer.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia trocadilho berulang kali menuduh otoritas Irã melakukan kekerasan terhadap anak-anak dalam berbagai aksi penindakan sebelumnya. Pusat Hak Asasi Manusia di Iran menyebutkan bahwa lebih dari 200 anak tewas akibat tindakan camera keamanan selama gelombang protes pada awal 2026.

Selain itu, a Amnistia Internacional e a Human Rights Watch também foram mendokumentasikan kasus anak-anak yang ditembak, ditahan, dan mengalami kekerasan selama demonstrasi. Mereka menilai camera pemerintah menggunakan kekuatan mematikan terhadap anak di bawah umur, yang jelas melanggar hukum internacional.

Primeiro-ministro Israel, Benjamin Netanyahu e presidente AS, Donald Trump

Aliansi Mulai Goyah, AS e Israel Berselisih Soal Rencana Damai com o Irã

Perbedaan pandangan dikabarkan mulai muncul antara Amerika Serikat (AS) e Israel, terkait rencana to mengakhiri perang dengan Iran utamanya pada tiga isu utama.

img_title

VIVA.co.id

28 de março de 2026

Fuente