Senin, 16 de março de 2026 – 11h20 WIB
Nova York, VIVA –Wali Kota, cidade de Nova York, Zohran Mamdani, foi o responsável pela polêmica política terkait karya ilustrasi lama istrinya yang berhubungan dengan isu Palestina.
Satu Keluarga Palestina Tewas Ditembaki Tentara Israel: Kami Membunuh Anjing!
A controvérsia desta grande parte da história de alguns meios de comunicação diz que ela pode ser membro de Karya lama Rama Duwaji, que descobriu com a penúltima Palestina Susan Abulhawa serta sejumlah comentar eletroversial yang peram desampaikan Abulhawa.
Lantas karya apa yang dipermasalahkan hingga membuat Mamdani berada di badai polêmica? Berikut ini rangkuman penjelasannya seperti melansir laman Al Jazeerah, Senin 16 Maret 2026.
Hamas Ucapkan Selamat kepada Pemimpin Baru Irã, Harap Dukungan para Palestina Tetap Berlanjut
Karya apa yang dipermasalahkan?
Hubungan Duwaji com Abulhawa pertama kali dilaporkan oleh situs berita konservatif Washington Free Beacon pecan lalu.
Dubes Palestina: Irã Mampu Kalahkan Israel
A mídia tersebut menyebutkan bahwa Duwaji, yang merupakan ilustrador freelancer berusia 28 anos, pernah membuat ilustrasi untuk esai yang dihimpun oleh Abulhawa dalam sebuah kumpulan tulisan penulis Gaza berjudul Every Moment is a Life. Karya tersebut dipublikasikan secara ousada na plataforma Tudo é político.
Belakangan, Abulhawa menjelaskan bahwa tulisan itu sebenarnya adalah cerita pendek yang ditulis oleh seorang warga Gaza yang terpaksa mengungsi akibat perang Israel yang ia sebut sebagai genosida. Cerita berjudul A Trail of Soap tersebut menggambarkan kesulitan dan situasi memalukan yang dialami lip ketika harus menggunakan toilet umum darurat di wilayah yang hancur akibat perang.
Mamdani menyatakan bahwa Duwaji mendapat pesanan ilustrasi tuu pihak ketiga dan tidak pernah berkomunikasi ataupun bertemu dengan Abulhawa, reivindicar yang kemudian juga dikonfirmasi oleh Abulhawa.
Comentário apa yang disorot dalam laporan itu?
O Free Beacon foi publicado pelo New York Post e pelo Jewish Insider e comentou recentemente sobre Abulhawa.
Beberapa kritikus menilai sebagian unggahan Abulhawa terkesan merujuk pada seluruh orang Yahudi, tuduhan yang dibantah oleh Abulhawa.
Ia mengatakan pernyataan-pernyataan itu mencerminkan rasa sakit yang ia rasakan sebagai warga Palestina yang dua kali datang ke Gaza to kegiatan bantuan selama perang Israel, yang sejak Outubro 2023 menewaskan mais de 72,000 warga Palestina.
Halaman Selanjutnya
Em seu próprio artigo no site The Electronic Intifada, Abulhawa menyebut serangan pejuang Palestina ke Israel selatan em 7 de outubro de 2023 sebagai momen spektakuler yang mengejutkan dunia.



