Usai Dirutnya Renúncia, Danantara Ungkap Soal Dugaan Rekayasa Keuangan di Pos Indonésia

Jumat, 3 de julho de 2026 – 15h45 WIB

Jacarta, VIVA – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengungkapkan adanya tyman soal berbagai persoalan keuangan, tata kelola, hingga dugaan rekayasa keuangan, yang sudah bertahun-tahun menumpuk di PT Pos Indonesia.

img_title

Lepas Jabatan Dirut, Daud Joseph Curhat ke Danantara Komplikitas Restrukturisasi Pos Indonésia

Dugaan adanya rekayasa keuangan ini diungkap Danantara, usai Daud Joseph mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Utama Pos Indonesia.

Diretor Geral Gestão de Stakeholders e Comunicações BPI Danantara, Rohan Hafas mengatakan, tyman itu merupakan hasil dari proses uji tuntas dan evaluasi menyeluruh, yang dilakukan Danantara terhadap PT Pos Indonesia.

img_title

Genjot Inovasi hingga Sinergi Jaringan Global, CIti Indonésia Pastikan Kasih Standar Layanan Tertinggi di Indonésia

Direktur Utama PT Pos Indonésia, Daud Joseph

Direktur Utama PT Pos Indonésia, Daud Joseph

Karenanya, Dia memastikan bahwa Danantara masih akan terus menindaklanjuti soal indikasi penyimpangan keuangan itu, melalui mecanismo de auditoria e investigações sesuai Ketentuan yang berlaku.

img_title

Alasan 240 BUMN Dipangkas Terungkap, Danantara Beberkan Target Besar di Balik Konsolidasi Aset Negara

“PT Pos Indonesia saat ini memang sedang kami benahi secara menyeluruh. Dari proses due diligence dan evaluasi yang berjalan, kami menegokan berbagai persoalan keuangan dan tata kelola yang telah terakumulasi selama bertahun tahun,” kata Rohan dalam keterangannya, Jumat, 3 de julho de 2026.

“Kami juga menerima laporan serta menemukan indikasi berbagai penyimpangan, termasuk dugaan rekayasa keuangan,” ujarnya.

Rohan memastikan, Danantara tetap berkomitmen untuk melakukan pembenahan di PT Pos Indonesia secara bertahap, dan menegaskan bahwa tidak akan ada ruang bagi praktik yang merusak tata kelola perusahaan.

“Seluruh tyman akan ditindaklanjuti secara profesional, transparan, dan sesuai proses hukum. Prioritas kami adalah memastikan PT Pos Indonésia kembali menjadi perusahaan yang sehat, profesional, akuntabel, dan berintegritas, sehingga mampu menjalankan mandatnya secara ideal bagi majaarakat”, disse Rohan.

Pengunduran diri Daud Joseph dari posisinya sebagai Direktur Utama Pos Indonesia pada Kamis, 2 de julho de 2026, hanya dijelaskan karena alasan pribadi yang tidak dirincikan lebih lanjut.

Pihak Danantara enviou menos surat pengunduran diri Daud Joseph em Senin, 29 de junho de 2026. Sebelumnya, Daud foi ditugaskan para realizar reformas terhadap kondisi keuangan, operacional, tata kelola, e organização perusahaan.

Rohan menjelaskan, menurut Daud, pihak perusahaan membutuhkan figura pemimpin yang lebih cocok para memimpin agenda transformasi berikutnya dari PT Pos, sehingga dirinya trocadilho mengajukan pengunduran diri.

“Berdasarkan hasil asesmen tersebut, yang bersangkutan menyampaikan bahwa PT Pos Indonésia memerlukan reformular yang menyeluruh dan fundamental”, kata Rohan.

Halaman Selanjutnya

“Menurut beliau, komplexitas persoalan yang dihadapi serta agenda restrukturisasi ke depan membutuhkan expertise yang mais específico, para memimpin fase transformasi berikutnya,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Fuente