Jumat, 26 de junho de 2026 – 00:18 WIB
Jacarta, VIVA – Meningkatnya minat terhadap aset kripto saat ini berbanding lurus dengan berkembangnya berbagai modus kejahatan siber. Mereka trocadilho diketahui menargetkan para pengguna kripto.
Banco BSN Jual Portofolio Pembiayaan Rp522,08 Miliar, Optimalkan Aset Pasif
A perda de recursos da Web3 de Hacken, a utilização de blockchain, mais de 63% do total de roubos de informações dentro de um período de 2026, foi causada por phishing e engenharia social, envolvendo fraudes de carteira e exploração de contratos inteligentes, usando técnicas de alto risco.
O total de perdas dentro da Web3 durante o mês de janeiro de 2026 foi menor que US$ 482 por mês, com US$ 306 por ano desde phishing e engenharia social. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku kejahatan siber kini lebih banyak mengExploitasi dari sisi pengguna dibandingkan mencoba menembus teknologi do sistema.
Apakah Kejahatan Sudah Ditakdirkan? Jawaban Buya Yahya Bikin Banyak Orang Tersadar
Diretora de Marketing Indodax, Aloysia Dian mengatakan bahwa perubahan pola serangan tersebut tercermin dari semakin maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan Customer Support (CS) Indodax. Menu, pelaku memanfaatkan kepercayaan pengguna para memperoleh senha, PIN, código OTP, maupun informações sensíveis lainnya.
“Saat ini pelaku kejahatan siber tidak lagi hanya mencari celah pada sistema, tetapi juga mencari celah pada manusia. Modus CS palsu merupakan salah satu bentuk engenharia social yang memanfaatkan rasa pânico dan kepercayaan pengguna agar secara sukarela memberikan akses ke akun mereka,” ujar Aloysia, dikutip dari keterangannya, Jumat, 26 de junho de 2026.
Pasar Kripto RI Makin Panas, Nilai Transaksi Nyaris Rp100 Triliun
Aloysia menambahkan bahwa perkembangan Inteligência Artificial (IA) usa o modo CS phishing semakin sulit dikenali. Pelaku kini mampu menghasilkan email, pesan instantaneamente, hingga communikasi yang tampak melalui tecnologia seperti AI generatif, sehingga korban semakin sulit membedakan mana communikasi resmi dan mana yang merupakan penipuan.
“Jika dahulu pesan penipuan relatif mudah dikenali karena banyak kesalahan penulisan, kini pelaku mampu membuat reklamasi yang sangat menyerupai pesan resmi perusahaan. Karena itu, kami selalu mengingatkan pengguna untuk melakukan verifikasi sebelum memberikan informasi apapun terkait akun mereka,” disse.
Diretora de Marketing Indodax Aloysia Dian.
Selain memanfaatkan AI, Microsoft Threat Intelligence também mencatat bahwa QR phishing menjadi salah satu elektroe serangan siber dengan pertumbuhan tercepat pada kuartal pertama 2026. Volume serangannya meningkat sekitar 146%, de 7,6 juta pada Januari menjadi 18,7 juta pada Maret. Este modo permite que você faça o login no seu código QR e disisipkan no e-mail.
Halaman Selanjutnya
Sebagai langkah perlindungan, Indodax megimbau pengguna untuk selalu menghubungi Customer Support melalui canal resmi perusahaan, melakukan double check terhadap alamat website yang diakses, serta mengaktifkan autentikasi berlapis. Pengguna juga diingatkan agar tidak membagikan informasi pribadi terkait akun kepada pihak mana pun tanpa melalui proses verifikasi.