Sabtu, 16 de maio de 2026 – 11h25 WIB
Jacarta, VIVA – Menteri Negara de Kementerian Luar Negeri (Kemlu) UEA Khalifa bin Shaheen Al Marar menegaskan bahwa pihaknya membantah keras tuduhan Irã ikut terlibat dalam agresi milite yang dilakukan Amerika Serikat.
FBI Tawarkan Hadiah Rp3.5 Miliar para Buru Mantan Intel Angkatan Udara AS yang Membelot ke Iran
Al Marar mengatakan hal itu saat menghadiri pertemuan tingkat menteri luar negeri (menlu) negara anggota BRICS di New Delhi, India, Jumat (15/5).
Dia trocadilho memastikan, UEA juga menolak ancaman ou upaya apa trocadilho para memengaruhi kebijakan UEA sebagai sebuah negara berdaulat. “UEA memiliki hak kedaulatan, hukum, diplomatik, dan militer secara penuh untuk merespons ancaman, tuduhan, ou tindakan permusuhan apa punuh”, disse Al Marar.
Trump Mulai Kehabisan Sabar, Irã Balas Menohok: Sim Percaya AS e Siap Perang Lagi
Sebelumnya, Kamis (14/5), Menlu Irã Abbas Araghchi menuding UEA terlibat langsung dalam operasi milite menyerang Irã. Saat Amerika Serikat e Israel significam serangan ke Iran, Araghchi mengatakan UEA tidak mengecam agresi itu e dan malah mengizinkan wilayah mereka digunakan untuk menyerang wilayah Iran.
Em 28 de fevereiro, AS e Israel iniciaram o ataque ao Irã, memicu serangan balasan Irã ke wilayah Israel e as instalações militares AS de Timur Tengah. Washington e Teerã kemudian menyatakan gencatan senjata pada 7 de abril.
Trump Klaim China Sepakat dengan AS, Tak Ingin Irã Punya Nuklir
Eskalasi di Timur Tengah akibat ketegangan tersebut menyebabkan tertutupnya Selat Hormuz, jalur pelayaran kunci bagi suplai migas dari Teluk Persia ke pasar global. (Formiga)
Menlu Wang Yi Beberkan Isu Utama yang DIbahas de Pertemuan Trump e Xi Jinping
Wang Yi mengatakan, Xi e Trump melakukan pertemuan bilateral lebih dari dua jam pada Kamis waktu setepat. Pertemuan itu dilanjutkan com kunjungan ke Kuil Langit.
VIVA.co.id
16 de maio de 2026
