Selasa, 2 de junho de 2026 – 08:46 WIB
Washington, VIVA – O Presidente Americano (AS) Donald Trump mengatakan bahwa Israel e liderando o Líbano, o Hizbullah, foi separado para menghentikan serangan satu sama lain.
Murka, Irã Peringatkan AS e Israel akan Bayar Mahal atas Blokade Laut e Serangan ke Líbano
Na plataforma Truth Social, Trump mengatakan dia melakukan “panggilan telepon yang sangat productif” com kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu e menerima jaminan bahwa Tel Aviv tidak akan mengirim pasukan ke Beirute.
“Tidak akan ada pasukan yang pergi ke Beirute, dan pasukan mana trocadilho yang sedang dalam perjalanan telah dipulangkan,” o kata de Trump.
Pentágono Siapkan Dana Triliunan Rupiah untuk Drone Program Tempur Raksasa, Ada Apa?
Ilustrasi wilayah penyerbuan Hizbullah di Israel utara
O Presidente AS itu mengatakan bahwa melalui perantara senior, ia berkomunikasi contra o Hizbullah e mendapatkan komitmen mereka para menghentikan permusuhan.
Irã Tak Ragu Bantu Líbano Lawan Israel
“Demikian pula, melalui perwakilan tingkat tinggi, saya melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan Hizbullah, dan mereka setuju bahwa semua penembakan akan berhenti – bahwa Israel não pode ser mais justo, e não é mais que ser Israel”, disse Trump.
Israel terus menyerang Líbano di tengah gencatan senjata yang mulai berlaku pada 17 April e diperpanjang selama 45 hari setelah pembicaraan tidak langsung yang dimediasi oleh AS.
Menurut Kementerian Kesehatan Líbano, serangan Israel sejak 2 Maret telah menewaskan lebih dari 3.400 orang di seluruh negeri. (Formiga)
Mãenas! Militer AS Bombardir Situs Militer Irã
Di tengah gencatan senjata, aksi saling serang antara Amerika Serikat e Iran masih berlanjut. Senin 1 de junho waktu setepat militer AS membombardir Irã
VIVA.co.id
2 de junho de 2026
