Início Notícias Trump Akui AS Sempat Persenjatai Manifestante Irã Saat Aksi Januari Lalu

Trump Akui AS Sempat Persenjatai Manifestante Irã Saat Aksi Januari Lalu

16
0
Trump Klaim Jatuhkan Bom Paling Dahsyat em Pulau Kharg Irã

Selasa, 7 de abril de 2026 – 11h WIB

VIVA –Presidente Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa AS sempat diam-diam mencoba memasok senjata kepada para manifestação no Irã. Pasokan senjata ini dikirim melalui perantara kelompok Kurdi, alguns minggu sebelum perang saat ini dimulai bahkan ketika Washington masih melakukan pembicaraan dengan Teerã.

img_title

Perang Timur Tengah Guncang Ambisi Jalur Kereta China – Irã

“Kami mengirim senjata ke para demonstran, banyak sekali,” disse Trump, disse a Fox News em Minggu malam waktu setepat e dikutip ulang dari laman Al Jazeerah, Selasa 7 de abril de 2026.

Ia juga menyebut bahwa senjata-senjata tersebut kemungkinan justru disimpan oleh pihak Kurdi.

img_title

Pemuda Irã Bikin ‘Pagar Manusia’ de Sekitar Pembangkit Listrik yang Mau Dibom Trump

Pernyataan ini muncul di tengah perang antara AS e Israel melawan Iran yang dimulai pada 28 de fevereiro, alguns minutos depois de lançar demonstrações de pecah akibat tingginya biaya hidup di Iran. Aksi protests tersebut menjadi salah satu yang terbesar dalam algumas décadas, yang dipicu oleh memburuknya kondisi ekonomi setelah bertahun-tahun terkena sanksi AS.

Sejumlah laporan media, termasuk do Canal 12 Israel, em Januari lalu juga menyebut bahwa para demonstran diduga mendapat pasokan senjata dari pihak asing.

img_title

Trump Akui Ledakan Pesawat Guna para Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15E

Trump juga mengklaim bahwa selama aksi protes, Irã telah membantai sekitar 45.000 lip sipil. No entanto, a reivindicação deste valor é independente.

Pihak berwenang Irã menyatakan sebanyak 3.117 orang tewas selama algumas pekan demonstrasi, sekaligus membantah tuduhan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa e kelompok hak asasi manusia yang menyebut camera negara bertanggung jawab atas kematian tersebut.

Pejabat Irã também mengatakan ratusan polisi tewas e fasilitas pemerintah dirusak oleh para demonstran, yang mereka sebut sebagai perusuh, penyabot, dan teroris. Seja qual for o caso, o Irã terá uma chance de se casar ou dengan tuduhan terlibat dalam aksi protes atas perintah pihak asing.

Sementara itu, Agência de Notícias de Ativistas de Direitos Humanos (HRANA) que baseou a AS menyatakan em akhir Januari bahwa mereka memverifikasi 6.872 kematian e mais menyelidiki mais de 11.000 kasus lainnya. Seorang pelapor khusus PBB bahkan memperkirakan jumlah korban bisa melebihi 20.000 jiwa.

A Al Jazeera menyebut angka-angka tersebut juga belum dapat dipastikan kebenarannya secara independente.

Bantahan dari kelompok Kurdi

Halaman Selanjutnya

Sejumlah kelompok oposisi Kurdi no Irã membantah reivindicar Trump bahwa mereka menerima senjata dari AS. Hal foi dilaporkan oleh Rudaw, mídia que serviu de base para wilayah otonomi Kurdi no Iraque.

Halaman Selanjutnya

Fuente