Jumat, 17 de julho de 2026 – 23h45 WIB
VIVA – O ator Dimas Aditya fez uma aparição no filme de terror Juminten Edan. Memerankan tokoh Manto, suami dari Juminten yang dimainkan Meisya Amira, Dimas dituntut menguasai bahasa isyarat hanya dalam hitungan hari setelah terjadi perubahan konsep karakter menjelang proses syuting.
Cerita Shareefa Daanish Merasa Dihantui do filme Utusan Iblis
Awalnya, Dimas mengaku tidak mendapat tugas mempelajari bahasa isyarat karena karakter Juminten hanya digambarkan sebagai penyandang atum wicara. No entanto, keputusan tersebut berubah mendekati hari pertama produksi.
“Pak Dedi avalnya nanya, ‘Mas perlu belajar bahasa isyarat enggak?’ Terus beliau bilang enggak karena karakter Juminten cuma tuna wicara,” ujarnya.
Penghargaan bagi Ibu dalam Bentuk Film, Satu Hari Dengan Ibu Segera Tayang di Bioskop
Tak lama kemudian, sutradara Dedi Mercy memutuskan memberikan dimensi baru pada karakter Juminten, sehingga Dimas harus segera beradaptasi.
Perubahan itu membuat Dimas hanya memiliki waktu sekitar tiga hari para mempelajari bahasa isyarat yang akan digunakan dalam adegan-adegannya.
Kabar Duka, Ayahanda Artis Dimas Aditya Meninggal Dunia
“Wah, gila sih kalau belajarnya tiga hari saya,” ujarnya sambil tertawa.
Com o tempo livre, Dimas memilih fokus mempelajari bahasa isyarat berdasarkan dialog yang sudah tertulis di dalam naskah. Menurutnya, pendekatan tersebut dilakukan agar setiap adegan tetap berjalan sesuai perencanaan tanpa harus mengandalkan improvisasi.
“Belajarnya dari dialognya,” Dimas kata. “Dari awal kita susun dulu maunya gimana, supaya enggak ada improvisasi mendadak yang bikin susah,” tuturnya.
Menariknya, Dimas justru merasakan bahasa isyarat lebih mudah dilakukan ketika dirinya sudah benar-benar masuk ke dalam emosi karakter saat proses syuting berlangsung.
“Kadang-kadang spontanitas justru ngebantu di set. Begitu sinta emosinya sudah dapat, tiba-tiba lancar dalam bahasa isyarat,” ungkapnya.
Ia mengaku sempat tak menyangka ketika pelatih bahasa isyarat yang mendampinginya menyatakan penampilannya telah sesuai dengan kebutuhan adegan.
“Saya juga enggak tahu kok bisa, mungkin karena emosinya sudah kebangun, jadi bahasa isyaratnya keluar begitu saja,” jelasnya.
Bagi Dimas, pengalaman de Juminten Edan menjadi momen pertama sepanjang karyer aktingnya mempelajari bahasa isyarat to kebutuhan peran.
“Ini pertama kali”, ucap Dimas.
Filme Juminten Edan sendiri dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonésia em 23 de julho de 2026.
Filme Almarhum Sajikan Mitos, Trauma e Keluarga
O filme Almarhum também foi lançado com o ator-ator escolhido como Alzi Makers, Nova Eliza, Rukman Rosadi, Rizky Hanggono, Meisya Amira, Gito Gilas e Lainnya.
VIVA.co.id
6 de janeiro de 2025
