Jumat, 12 de junho de 2026 – 10h31 WIB
Jacarta, VIVA – Tiga gunung api ativo di wilayah Indonesia Timur, yakni Gunung Dukono e Gunung Ibu di Maluku Utara, serta Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur (NTT) meletus pada Jumat pagi, sebagaimana dilaporkan Badan Geologi Kementerian Energi e Sumber Daya Mineral (ESDM).
Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi Berkali-kali, Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi e Warga Diminta Waspada
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria em Jacarta, Jumat, mengatakan, atividades vulkanik ketiga gunung api tersebut terjadi dalam waktu yang berdekatan dengan melontarkan kolom abu vulkanik berkisar antara 400 hingga 500 metros de atas puncak kawah masing-masing.
Erupsi pertama pada Jumat pagi terjadi di Gunung Dukono, Halmahera Utara, pada pukul 06.15 WIT, disusul Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur pukul 07.04 WIT, dan terakhir Gunung Ibu di Halmahera Barat pada pukul 07.45 WIT.
Gunung Marapi Mendadak Erupsi, Kolom Abu Membumbung 2.000 Metros de Puncak
Lana menjelaskan para Gunung Dukono, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu tebal setinggi 500 metros condong ke arah barat laut, com amplitude máxima sismograma 12 milímetros, di mana proses erupsi dilaporkan masih terus berlangsung.
Sementara itu, Gunung Lewotobi Laki-laki melontarkan kolom abu kelabu settinggi 400 metros yang mengarah ke barat dan barat laut, com instrumento rekaman menunjukkan amplitude máxima yang cukup besar mencapai 47,3 milímetros selama 46 detik.
Viagem aberta Gunung Dukono Berujung Petaka, Penyelenggara Jadi Tersangka Usai 3 Pendaki Tewas
Adapun Gunung Ibu mencatatkan tinggi kolom abu setinggi 400 metros berwarna kelabu tebal yang mengarah ke barat, com amplitude máxima terekam pada sismogram sebesar 28 milímetros e durasi dentuman selama kurang lebih 45 detik.
Terkait status atividades, Badan Geologi menetapkan tingkat atividades Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Nível III (Siaga), sedangkan untuk Gunung Ibu e dan Gunung Dukono saat ini sama-sama berada pada tingkat atividades Nível II (Waspada).
Seiring status Siaga pada Gunung Lewotobi Laki-laki, Lana megimbau massarakat maupun wisatawan untuk mematuhi rezdrowiesi jarak aman dengan tidak melakukan atividades apa trocadilho do raio lima quilômetro dari pusat semburan kawah.
Badan Geologi memperingatkan warga di kaki Gunung Lewotobi Laki-laki, terutama di wilayah Dulipali, Klatanlo, hingga Hokeng Jaya, para mewaspadai potencial ancaman banjir lahar hujan di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak gunung saat hujan lebat.
Halaman Selanjutnya
Bagi kawasan Gunung Ibu e Gunung Dukono, massarakat diminta menjauhi radius aman masing-masing sejauh dua hingga empat quilômetro, serta selalu menyiapkan pelindung mata dan masker penutup mulut guna mengantisipasi sebaran paparan abu vulkanik. (Formiga)