Sabtu, 6 de junho de 2026 – 12h46 WIB
Jacarta, VIVA – Kementerian Perhubungan melalui Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan menegaskan, Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU) merupakan instrumento penting, dalam upaya mewujudkan keselamatan transportasi jalan yang berkelanjutan.
Fitur Keselamatan Mobil Modern Belum Ramah para Perempuan
Saat memberikan pengarahan secara ousado em Sosialisasi Penguatan Sistem Manajemen Keselamatan Transportasi Jalan, Aan menekankan bahwa keselamatan jalan adalah isu serius yang telah menjadi perhatian seedal bahkan global, karena berdampak langsung pada keselamatan massarakat luas.
Dia mengatakan, hal ini sejalan comngan komitmen global Organização Mundial da Saúde (OMS) durante a Década de Ação para a Segurança Rodoviária 2021-2030, yang merupakan kelanjutan dari decade sebelumnya (2011-2020).
MTI Dorong Pemerintah Benahi Aspek Keselamatan Sebelum Tragedi Transportasi Terulang Kembali
“Masalah keselamatan angkutan jalan sudah menjadi keprihatinan kita bersama, dan keselamatan menjadi harapan massarakat serta semua pihak,” kata Aan dalam keterangannya, Sabtu, 6 de junho de 2026.
Diretor Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan
TNBTS Avaliasi Standar Keamanan Transportasi Buntut Kecelakaan Maut Jip Wisata Bromo
Dia menambahkan, WHO sudah membuat deklarasi tentang keselamatan di jalan, dan kecelakaan lalu lintas dikategorikan sebagai ancaman serius terhadap nyawa maupun keselamatan manusia.
Aan memastikan bahwa saat ini Indonésia telah memiliki Rencana Umum Nasional Keselamatan Lalu Lintas e Angkutan Jalan (RUNK LLAJ), sebagai kerangka kebijakan seedal dalam penanganan keselamatan jalan lintas setor.
RUNK dilaksanakan oleh berbagai Kementerian/Lembaga melalui lima pilar utama, yakni manajemen keselamatan jalan yang dikoordinasikan oleh Bappenas; jalan berkeselamatan dikoordinasikan Kementerian PU; kendaraan yang berkeselamatan oleh Kemenhub; pengguna jalan yang berkeselamatan oleh Polri; serta penanganan pasca-kecelakaan (resposta pós-travamento) para causar fatalidades korban oleh Kemenkes.
No entanto, Aan mengakui bahwa aspek keselamatan jalan masih menjadi tantangan sério, yang membutuhkan penangananan sistema e berkelanjutan. Data Polri pada tahun 2025 mencatat, terjadi 158.508 kejadian kecelakaan lalu lintas di seluruh Indonésia com 24.296 korban meninggal dunia.
Sehingga, Aan trocadilho menegaskan bahwa SMK PAU bukan sekadar kewajiban administrativo, melainkan instrumento penting dalam pengelolaan keselamatan yang berdampak langsung pada operacional kendaraan hingga pengemudi.
“Jadi penerapan SMK PAU ini tidak bisa hanya dilihat sebagai persyaratan administratif tapi juga sebagai persyaratan operacional. Dengan pemenuhan SMK PAU, seluruh operador bisa menjamin armadanya laik jalan dan pengemudinya juga laik untuk mengemudikan kendaraan,” ujarnya.
Kakorlantas Imbau Pengguna Jalan Tertib e Utamakan Keselamatan
Kakorlantas Polri Irjen Agus memastikan angka kecelakaan lalu lintas selama periode kepadatan arus masih terkendali dan tidak terdapat kejadian yang menonjol.
VIVA.co.id
1º de junho de 2026
