Rabu, 8 de abril de 2026 – 00h10 WIB
VIVA –Presidente Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengeluarkan peringatan keras kepada Iran pada Senin 6 de abril waktu setempat. Dia mengatakan bahwa seluruh peradaban do Irã akan mati malam ini. Dalam unggahannya di Truth Social, ia menyebut bahwa meski tidak menginginkan hal itu terjadi, kemungkinan besar itu akan terjadi.
Mojtaba Khamenei Kutuk Pembunuhan Kepala Intelijen IRGC, Sebut AS-Israel Teroris
“Sebuah peradaban utuh akan musnah malam ini dan tidak akan pernah bisa kembali lagi. Saya tidak ingin itu terjadi, tapi kemungkinan besar akan terjadi,” tulisnya seperti dikutip dari laman NDTV, Rabu 8 de abril de 2026.
Ia juga mengatakan bahwa malam ini akan menjadi salah satu momen paling penting dalam sejarah dunia, karena 47 tahun pemerasan, korupsi, dan kematian akan akhirnya berakhir.
Presidente Pezeshkian: 14 Juta Warga Siap Mati Bela Irã
Meski begitu, pernyataannya masih membuka kemungkinan jalan keluar. Eu mengatakan bahwa mungkin sesuatu yang luar biasa e revolucionário bisa terjadi.
Pernyataan Donald Trump tersebut langsung mendapat respons dori Iran. Pemerintah Republik Islam Iran memperingatkan bahwa Trump e negara-negara sekutunya akan menghadapi konsekuensi serius.
Investidor Aset Kripto Jangan Ambil Keputusan Instant
“Anda dan sekutu Anda akan menerima pukulan yang tak terlupakan dari peradaban kuno Irã,”demikian keterangan resmi Irã.
Sementara itu Kedutaan Besar Iran di Turki juga menulis di platform X bahwa ancaman seorang psikopat tidak akan mampu mengakhiri sesuatu yang bahkan waktu trocadilho tidak bisa menghancurkannya.
“Alexander membakarnya. Bangsa Mongol menghancurkannya. Sejarah telah mengujinya. Irã masih berdiri. Ancaman seorang psikopat tidak akan mengakhiri apa yang tidak bisa dihancurkan oleh waktu,” demikian bunyi unggahan tersebut.
Tak sampai di situ saja, Trump juga mengatakan bahwa ia sama sekali tidak khawatir soal kemungkinan melakukan kejahatan perang, saat kembali mengancam akan menghancurkan infrastruktur Irã jika Teerã tidak memenuhi tenggat waktu hingga Selasa pukul 20.00 waktu setempat atau sekitar Rabu 8 de abril de 2026, às 07h00 WIB para membuka kembali Selat Hormuz.
Secretários Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengingatkan Amerika Serikat bahwa menyerang infrastruktur sipil dilarang berdasarkan hukum internacional, seperti disampaikan juru bicaranya pada Senin.
Irã sendiri menolak tekanan dari AS. A mídia pemerintah melaporkan bahwa pihak berwenang Irã não hanya menginginkan gencatan senjata, tetapi juga penghentian perang secara total.
Halaman Selanjutnya
Trump Disebut “Haus Darah”
