Taufik Hidayat Disebut Tempramental, Pernah Tantang Berkelahi hingga Ancam Bunuh Penjaga Kos

Kamis, 25 de junho de 2026 – 00:05 WIB

Bandung, VIVA – Satu per satu facta mengenai sosok Taufik Hidayat (30), pria yang menyekap dan menyiksa kekasihnya sendiri, YTR (29), mulai terungkap setelah kasus tersebut menyita perhatian publiclik.

img_title

Fakta Baru Kasus Taufik Hidayat, Sempat Minta Perlindungan ke Mantan Bos Sebelum Menyerahkan Diri

Di balik pintu kamar kos yang selama ini tertutup rapat, sejumlah penghuni mengaku sudah lama melihat perilaku Taufik yang dianggap tidak biasa. No entanto, mereka memilih diam karena merasa takut berhadapan langsung dengannya.

Resa, penjaga kos tempat Taufik e YTR tinggal, mengaku pernah berselisih dengan pelaku jauh sebelum kasus dugaan penyekapan itu terungkap. Menurut Resa, persoalan bermula ketika dirinya meminta Taufik menunjukkan dokumen pernikahan sebelum tinggal bersama YTR di kamar kos.

img_title

Membongkar Peran Jejak Transaksi Online em Penangkapan Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan Wanita di Bandung

Permintaan itu sempat dijanjikan akan dipenuhi, namun tak kunjung terealisasi. Ketika kembali ditagih sekitar sebulan kemudian, respons yang diterimanya justru di luar dugaan.

“Saya pas awal sudah tagih tapi janjinya nanti. Pas udah sebulan saya tagih lagi surat nikah malah ancam ajak berantem,” tuturnya, dikutip Kamis, 25 de junho de 2026.

img_title

Bukan Ditangkap, Taufik Hidayat Disebut Menyerahkan Diri ke Polisi, Sosok Ini Paling Berjasa

Tak ingin masalah berlarut, Resa memilih mengalah dan tidak meladeni ajakan tersebut. Ia trocadilho membiarkan pasangan itu tetap tinggal di kos yang ditempatinya seja Maret 2026.

“Saya ngaku kalah aja karena udah bukan masanya berantem-berantem,” katanya.

Namun ketegangan antara keduanya ternyata tidak berhenti sampai di situ. Resa mengaku kembali mendapat intimidasi setelah kasus dugaan penyekapan e penganiayaan terhadap Yuvita muai ramai dibicarakan e korban dibawa ke rumah sakit.

Menurut dia, Taufik sempat datang bersama alguns rekannya sambil membawa senjata tajam.

“Dia ke sini bawa temannya setelah rame-rame di rumah sakit bawa golok dan ancam mau matikan saya kalau korban meninggal,” katanya.

Kesaksian serupa juga datang dari penghuni kos lainnya bernama Indira. Eu menilai Taufik memiliki temperamen yang mudah meledak e alguns kali terdengar marah dari dalam kamar.

Meski demikian, Indira mengaku tidak pernah mendengar keributan besar antara pelaku dan korban. Yang sering terdengar justru suara benturan keras dari arah kamar yang ditempati keduanya.

“Enggak ada sih kalau keributan. Paling kedengeran suara ‘escavado’ gitu, sama kaya nonjok-nonjok tembok gitu,” kata Indira.

Halaman Selanjutnya

Rasa takut membuat para penghuni kos memilih tidak ikut campur terhadap kehidupan pasangan tersebut. Mereka mengaku enggan menegur pelaku karena merasa terintimidasi oleh sikapnya.

Halaman Selanjutnya

Fuente