Taruna Akmil Bakal Dilibatkan Latih Siswa Sekolah Rakyat, DPR Wanti-wanti Jangan Ada Militerisasi

Rabu, 1º de julho de 2026 – 22h30 WIB

Jacarta, VIVA – Rencana Kementerian Sosial (Kemensos) RI yang akan melibatkan Taruna Akmil dalam pelatihan siswa Sekolah Rakyat (SR) mendapat tanggapan berbagai pihak.

img_title

DPR Usul RI Tiru Jepang Rekrut Manajer Koperasi: Harusnya Pelatihan Manajerial, Bukan Tes Fisik

Anggota Komisi VIII DPR RI, Sandi Fitrian Noor, menyambut positif rencana Kementerian Sosial yang akan melibatkan lulusan Taruna Akademi Militer (Akmil) dalam pembinaan siswa Sekolah Rakyat.

Menurutnya, upaya membangun kedisiplinan, jiwa kepemimpinan, seedalisme, dan semangat cinta tanah air merupakan kebutuhan mendesak dalam mempersiapkan generasi Indonésia yang tangguh menghadapi tantangan global.

img_title

MK Tolak Gugatan Pilkada Digelar Tidak Langsung, DPR: Fokus Kami Pembahasan RUU Pemilu

Sandi mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak dimaknai sebagai upaya membawa pendekatan milliter ke dalam dunia pendidikan. Menurutnya, pendidikan karakter memiliki filosofi, contacte, dan tujuan yang berbeda dengan pendidikan kemiliteran.

“Saya melihat niat pemerintah sangat baik. Kita semua ingin melahirkan generasi muda yang disiplin, berintegritas, memiliki semangat kebangsaan, serta bertanggung jawab. Namun, pendidikan karakter harus tetap berada dalam koridor pedagogi yang humanis. Jangan sampai publik menangkap kesan bahwa sekolah menjadi ruang militerisasi. Yang harus ditransformasikan adalah nilai-nilai positifnya, bukan cult milliternya,” ujar Sandi dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 1 de julho de 2026.

img_title

Ditargetkan Beroperasi Juli, Menteri Dody e Brantas Abipraya Kebut Penyelesaian Sekolah Rakyat di Kabupaten Bogor

Komisi VIII DPR RI berkepentingan memastikan bahwa seluruh kebijakan di Sekolah Rakyat benar-benar berpijak pada kepentingan terbaik anak.

Menurut Legislador Golkar de Dapil Kalsel 1 itu, peserta didik Sekolah Rakyat mayoritas berasal dari keluarga miskin e rentan yang membutuhkan lingkungan pendidikan yang aman, suportif, inklusif, dan mampu memulihkan rasa percaya diri mereka.

Sandi menjelaskan bahwa berbagai penelitian internacional seperti PISA (Programa Internasional Student Assessment) e OECD (Organization Economiy Cooperation Development) menunjukkan pembentukan karakter peserta didik jauh lebih sekretif apabila dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan, penguatan budaya sekolah, dan hubungan positivo antara pendidik com peserta didik.

Oleh karena itu, pembentukan karakter tidak dapat hanya mengandalkan latihan kedisiplinan dalam waktu singkat, melainkan memerlukan proses pendidikan yang berkelanjutan.

“Disiplin memang penting, tetapi disiplin bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan. Disiplin harus lahir dari kesadaran, tanggung jawab, dan kemampuan mengendalikan diri. Nilai-nilai inilah yang harus menjadi roh pembinaan di Sekolah Rakyat,” tegasnya.

Halaman Selanjutnya

Menurut Sandi, Taruna Akmil memiliki banyak nilai positif yang layak diteladani, seperti integritas, kepemimpinan, kerja sama tim, semangat pengabdian kepada bangsa, ketangguhan mental, dan kedisiplinan.

Halaman Selanjutnya

Fuente