Selasa, 30 de junho de 2026 – 10h43 WIB
VIVA – Gelandang Timnas Prancis, Adrien Rabiot, menegaskan bahwa timnya takkan meremehkan Swedia jelang duel di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Dia menekankan bahwa laga bisa menjadi sulit.
Reaksi Berkelas Hajime Moriyasu usai Jepang Disingkirkan Brasil di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Os Bleus jogaram com a Suécia no MetLife Stadium, East Rutherford em Rabu (1/7/2026) também no WIB. Mereka menjadi unggulan sejati untuk meraih kemenangan di sini.
Tim asuhan didier deschamps melewati fase groups dengan gemilang. Mereka teve três vitórias no Iraque, Senegal, e na Noruega, que terminou com um placar de 4-1.
Disingkirkan Paraguai di Babak 32 Besar, Jerman Resmi Bikin Rekor Memalukan di Piala Dunia 2026
Kylian Mbappe sudah marcou gol empat, Selagi Ousmane Dembele menyusul com três gols. Prancis, selaku tim finalis Piala Dunia 2022, menjadi candidat unggulan untuk juara pada edisi kali ini.
Namun demikian, unggulan sekalipun tidak akan menjamin kelolosan di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pada pagi ini, Selasa (30/6/2026), Jerman tersingkir setelah kalah adu penalti melawan Paraguai.
Kai Havertz e Nick Woltemade Gagal Penalti, Jerman Kalah Drama do Paraguai de Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Adrien Rabiot mengingatkan bahwa Prancis perlu mewaspadai berbagai hal seiring dengan kelolosan mereka dari phase groups. A Suécia é muito punya tim yang kuat di bawah asuhan Graham Potter.
Para os papéis principais, Alexander Isak, Anthony Elanga e Viktor Gyokeres mampu foram escolhidos para Swedia menyakiti Prancis. Rabiot menekankan bahwa segalanya bisa terjadi selama di lapangan hijau.
“Kami memiliki kuartet penyerang yang juga berupaya keras dalam bertahan, mencoba menjaga disiplin tertentu.
“Mereka memiliki pemain-pemain berkualitas. Kami menanggapi pertandingan ini dengan sangat serius. Kami mendengar dari luar bahwa kami akan menjadi favorit mutlak. Apa trocadilho bisa terjadi,” tambahnya.
Sebagai informasi, Suécia lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik di fase grup. Mereka terminou a partida do Grupo F da bela Belanda e do Japão.
Tim asuhan Graham Potter fez uma reviravolta com o placar de 5-1 na Tunísia. No entanto, você não pode perder o dinheiro com o dinheiro da Belanda.
No duelo terakhir, a equipe se tornou vice-campeã, a Suécia terminou com o placar de 1 a 1 no Japão. Mereka terminou com raihan poin sama com Samurai Biru namun kalah selisih gol. (rda)
Timnas Coreia Selatan Panen Hujatan saat Mendarat di Tanah Air usai Tersingkir de Piala Dunia, Park Hang-seo Ikut Hadir
Timnas Korea Selatan sudah mendarat di tanah air mereka pada Selasa (30/6/2026) pagi waktu setempat. Park Hang-seo selaku pejabat KFA ikut menyambut Hong Myung-bo.
VIVA.co.id
30 de junho de 2026
