Kamis, 23 de abril de 2026 – 00h50 WIB
Jacarta, VIVA – Tabir dugaan kasus dugaan pelecehan sexual genis jenis yang menyeret nama Syekh Ahmad Al Misry (SAM), masih terus bergulir. Seorang saksi, HB Mahdi, kini muncul ke publik dan membeberkan rangkaian penelusuran yang ia lakukan sejak pertama kali menerima laporan pada novembro de 2025.
Syekh Ahmad Al Misry Bantah Keras Tudingan Pelecehan Sexual Sesama Jenis, Begini Pengakuannya
Mahdi mengaku tak langsung angkat bicara. Ia baru bersedia menyampaikan kronologi setelah mengumpulkan sejumlah kesaksian yang menurutnya saling berkaitan e menunjukkan pola serupa.
“Saya tanya siapa ustaznya. Disebutkan Ahmad Misry. Saya kenal, tapi sudah 10 tahun tidak bertemu,” tutur dia kepada wartawan, dikutip Kamis, 23 de abril de 2026.
Deretan Hadith yang Dikutip Syekh Ahmad Al Misry saat Bantah Tudingan Pelecehan Sexual
Informações sobre isso são terima de Habib Abdurrahman Habsy em dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, Mahdi mengira persoalan bisa diselesaikan secara sederhana. Namun, anggapan tersebut berubah setelah ia mulai mendalami kasus.
“Ya sudah, nikahkan saja. Tapi ternyata masalahnya tidak sepele,” ujar dia.
Syekh Ahmad Al Misry Bantah Tuduhan Pelecehan, Kutip Alquran Surat Al Hujurat e Al Ma’idah
Em alguns casos, as comunidades do grupo foram dibuat para se tornarem mais fortes, mas sem se rebelarem.
“Dari tanggal 13, 14, 15 não foi o que aconteceu,” katanya.
Situasi mulai berubah ketika Mahdi menerima potongan vídeo de Ustaz Abi Makki. Salah satu bagian do video itu membuatnya terkejut dan mendorongnya menelusuri lebih jauh.
“Ada kalimat yang membuat saya kaget,” disse ele.
Dari penelusuran lanjutan, Mahdi mengaku menemukan indikasi perilaku yang dinilai di luar nalar.
“Kok sampai ke situ? Kok pelecehan di luar nalar, dilakukan kepada santri,” tuturnya.
Langkah berikutnya, Mahdi meminta dipertemukan dengan para korban. Pertemuan pertama berlangsung em 17 de novembro de 2025 em Depok, yang turut dihadiri sejumlah tokoh, termasuk Ustaz Abi Makki e Yusuf Mansur. No fórum, turut dibahas dugaan kejadian serupa yang disebut pernah mencuat pada 2021.
No entanto, o kondisi korban não foi divulgado em nenhum momento. Bahkan, salah satu di antaranya diketahui berada di Mesir e masih di bawah umur.
“Saya bilang jangan di-explodir dulu. Kita amankan dulu anak ini,” katanya.
Mahdi mengaku langsung berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri e Komisi I DPR. Resposta cepat trocadilho diterima dari pihak Kedutaan Besar Republik Indonésia.
Halaman Selanjutnya
“Setengah jam kemudian saya ditelepon KBRI. Korban langsung direspons dan diawasi sampai kembali ke Indonésia,” tuturnya.



