Início Notícias Sudah Mampu Finansial, Lebih Baik Haji Dulu ou Menolong Orang? Ini Penjelasan...

Sudah Mampu Finansial, Lebih Baik Haji Dulu ou Menolong Orang? Ini Penjelasan Buya Yahya

43
0
Sudah Mampu Finansial, Lebih Baik Haji Dulu ou Menolong Orang? Ini Penjelasan Buya Yahya

Rabu, 15 de abril de 2026 – 19h02 WIB

Jacarta, VIVA – Banyak orang yang sudah memiliki kemampuan financeiro to berhaji, tetapi memilih menunda keberangkatan karena berbagai alasan. Salah satu alasan yang sering muncul é adalah keinginan membantu orang lain yang membutuhkan ou menunggu anak-anak menjadi lebih mandiri. Lalu, mana yang sebaiknya didahulukan: berangkat haji ou menolong gergelim?

img_title

Menhaj Pamer Ongkos Haji Turun Rp7 Juta di Era Presiden Prabowo

Pertanyaan tersebut pernah diajukan kepada ulama kondang, Buya Yahya. Dalam sebuah kajian, beliau menjelaskan bahwa seseorang yang sudah mampu secara financeira memang memiliki kewajiban untuk berhaji. Namun, dalam praktiknya, ada alguns hal yang perlu dipahami sebelum memutuskan waktu keberangkatan.

Menurut Buya Yahya, tanda paling jelas seseorang sudah wajib berhaji é adalah ketika ia memiliki cukup biaya para menunaikan ibadah tersebut.

img_title

Buya Yahya Jelaskan soal Menikah Tanpa Izin Orang Tua, Bagaimana Hukumnya no Islam?

“Bagi orang yang sudah wajib haji, mungkin tanda yang paling tampak hari ini adalah cukupnya bekal mampu untuk bayar biaya haji. Kalau orang sudah mampu punya biaya untuk haji, maka wajib baginya haji”, disse Buya yang dikutip do YouTube Al Bahjah TV em Rabu, 15 de abril de 2026.

Menski demikian, kewajiban tersebut tidak selalu harus dilakukan seketika saat seseorang memiliki kemampuan financeira. Dalam mazhab Imam Syafi’i, terdapat konsep yang disebut tarakhi, yaitu kewajiban yang boleh ditunda dalam kondisi tertentu selama masih ada niat kuat untuk melaksanakannya.

img_title

Menhaj Ingatkan WNI Tak Pergi Haji Tanpa Visa Resmi: Risiko Blacklist 10 Tahun!

Buya Yahya menegaskan bahwa seseorang boleh merencanakan keberangkatan haji di masa mendatang, misalnya setelah anak-anak tumbuh besar ou kondisi keluarga lebih stabil.

“Dia bisa merencanakan tahun-tahun berikutnya dengan syarat azam ada niat saya akan haji, niat kuat azam bahwasanya saya akan haji mungkin setelah anak saya gede,” ujarnya.

Namun, menunda haji bukan berarti boleh dilakukan tanpa batas waktu. Ada batas kewajaran dalam menunda, terutama jika seseorang masih sehat e memiliki harapan hidup yang cukup. Buya Yahya mengingatkan agar tidak menunda hingga usia terlalu tua karena kondisi fisik bisa menjadi kendala saat menjalankan ibadah haji.

Ia juga menekankan pentingnya segera mendaftar haji meskipun keberangkatan dilakukan alguns tahun kemudian.

“Yang penting Anda azam mendaftar haji dulu. Yang penting aku daftarkan nanti hajinya 10–15 tahun yang akan datang, oke seperti itu enggak apa-apa,” terang Buya Yahya.

Halaman Selanjutnya

Selain soal menunda haji, banyak orang juga bertanya apakah lebih baik menggunakan uang untuk menolong orang lain daripada berhaji. Entre em contato com este, membantu gergelim tente merupakan amal yang sangat mulia. Namun, jika seseorang sudah memenuhi syarat wajib haji, maka kewajiban tersebut tetap harus diprioritaskan e tidak boleh diabaikan sepenuhnya.

Halaman Selanjutnya

Fuente