Sabtu, 21 de março de 2026 – 01:04 WIB
VIVA – O presidente do Sri Lanka, Anura Kumara, dissanayake mengungkapkan bahwa, o Sri Lanka, mudou-se para a América do Norte para ter dois jet tempur mendarat di Bandara Internasional Mattala, dalam upaya menjaga posisi netral di tengah meningkatnya ketegangan global.
Eks Presidente Irlanda Crítica Standar Ganda Dunia Internasional Respons Agresi AS-Israel ke Iran
Berbicara di parlemen pada Jumat, Dissanayake menyebut pemerintah menerima dua permintaan berbeda pada 26 Februari. Permintaan pertama datatang do Irã yang meminta izin bagi tiga kapal angkatan laut melakukan kunjungan persahabatan, sementara permintaan kedua berasal dari AS terkait pendaratan dua pesawat tempur yang ditempatkan di dekat Djibouti di Bandara Internasional Mattala.
“Dengan dua permintaan di hadapan kami, keputusannya jelas”, ujar Dissanayake, seraya menegaskan bahwa kedua permintaan tersebut ditolak demi menghindari keberpihakan di tengah potens eskalasi konflik internacional.
Juru Bicara Garda Revolusi Irã Brigjen Ali Muhammad Naeini Tewas em Serangan Israel
Menu publicado pelo The New York Times, AS berencana mendaratkan e memarkir dua pesawat milite yang membawa senjata serta amunisi di Sri Lanka, hanya dua hari sebelum melancarkan serangan terhadap Iran.
O presidente menegaskan bahwa membroikan akses kepada salah satu pihak berpotensi mengganggu netralitas Sri Lanka e menyeret negara tersebut ke dalam konflik yang lebih luas.
Ngaku ‘Main Sendiri’ Serang Ladang Gás Irã, Netanyahu Ditegur Trump
Para isso, você pode fazer isso sem perder tempo. Eles também se tornaram membros de várias estratégias locais, dependendo da Bandara Internasional Mattala e da Pelabuhan Colombo, que alugaram uma posição geopolítica.
“Kami não akan melakukan itu”, disse Dissanayake, menambahkan bahwa Sri Lanka não akan tunduk pada tekanan para meninggalkan sikap netralnya.
Sebelumnya, conflito de kawasan juga berdampak langsung no Sri Lanka. Awal bulan ini, sebanyak 104 pelaut Irã dilaporkan tewas dalam serangan Amerika Serikat di perairan internacional di lepas pantai selatan Sri Lanka, setelah kapal selam AS menyerang kapal perang Irã, IRIS Dena, di Samudra Hindia.
Otoritas Sri Lanka kemudian menemukan 84 jenazah dan berhasil menyelamatkan 32 pelaut, sementara sejumlah lainnya masih dinyatakan hilang.
Beberapa hari setelah insiden tersebut, Sri Lanka juga mengevakuasi 208 awak dari kapal Iran lainnya, IRIS Bushehr, setelah kapal tersebut meminta bantuan ke Colombo.
Kedua kapal tersebut diketahui tengah dalam perjalanan pulang usai mengikuti latihan angkatan laut Milan Peace 2026 di India.
Menteri Perang AS Minta Tambahan Rp3.3 Kuadriliun para Perang Irã: Bunuh Orang Jahat Butuh Uang
Gedung Putih mengajukan também anggaran sebesar 200 milhões de dólares AS (sekitar Rp3,300 triliun) para pagar uma quantia no Irã. “Butuh uang untuk membunuh orang jahat”
VIVA.co.id
21 de março de 2026




