Início Notícias Sosok WNA Iraque Pembunuh Cucu Mpok Nori, Ternyata Pedagang Parfum di Mangga...

Sosok WNA Iraque Pembunuh Cucu Mpok Nori, Ternyata Pedagang Parfum di Mangga Dua

23
0
Detik-detik Pembunuh Cucu Mpok Nori Ditangkap di Tol, Ungkap Pengakuan Mencengangkan

Selasa, 24 de março de 2026 – 15h32 WIB

Jacarta, VIVA – Kabar duka menyelimuti keluarga besar komedian legendaris Mpok Nori. Cucu beliau, Dwhinta Anggary, ditemukan meninggal dunia dalam kasus tragis yang melibatkan mantan suaminya sendiri.

img_title

Terungkap! Alasan Mantan Suami Bawa Kabur Karpet e Ponsel Usai Habisi Cucu Mpok Nori

Peristiwa ini sontak megundang perhatian publiclik, terutama setelah identitas pelaku terungkap. Role lebih lanjut yuk!

Pelaku diketahui bernama lengkap Rashad Fouad Tareq Jameel, yang akrab disapa Fuad. Ia merupakan warga negara asing asal Iraq yang menetap di Indonesia selama kurang lebih sembilan tahun.

img_title

TERPOPULER: Ayu Ting Ting Reserva Tempat Buat Salat Ied, Jeni Rahmadial Diduga Dilabra Istri Sah

Di balik identitasnya sebagai WNA, Fuad ternyata menjalani kehidupan sehari-hari sebagai pedagang parfum di kawasan Mangga Dua, Jacarta.

Hal tersebut diungkap oleh pihak kepolisian melalui keterangan resmi.

img_title

Detik-detik Pembunuh Cucu Mpok Nori Ditangkap di Tol, Ungkap Pengakuan Mencengangkan

“Pekerjaan pelaku di sini berdasarkan pemeriksaan kami lakukan dia sehari-hari berjualan parfum di Mangga Dua,” kata Data J. Ataupah di Polda Metro Jaya pada Senin, 23 de março de 2026.

Berdasarkan hasil penyelidikan, motivo pembunuhan diduga kuat dilatarbelakangi rasa cemburu. Fuad disebut melihat korban berjalan bersama pria lain di sebuah bazar pada malam takbiran, Jumat, 20 de março de 2026. Emosi yang memuncak membuatnya nekat mendatangi kediaman korban yang merupakan rumah contrakan.

Di lokasi tersebut, pelaku melakukan tindakan kekerasan hingga menghilangkan nyawa korban yang berusia 37 tahun. Aksi keji itu dilakukan com cara mencekik e kemudian menyayat leher korban menggunakan senjata tajam.

Setelah melakukan perbuatannya, Fuad berusaha melarikan diri para usar a câmera kejaran. Ia sempat berpindah-pindah lokasi di wilayah Jawa Barat, especialmente Bogor e Sukabumi.

“Nah jadi pada saat dia melarikan diri, setelah membunuh itu dia sempat ke luar kota, ke Bogor dan Sukabumi, berpindah-pindah,” ungkap Fechy.

Pelariannya bahkan berlanjut hingga ke Pulau Sumatra tanpa tujuan yang jelas.

“Kalau Sumatera nggak ada kenalan, aleatório,” ujarnya.

Upaya tersebut diduga sebagai strati pelaku para menghilangkan jejak e menjauh dari tempat kejadian perkara.

“Dia berusaha menjauh dari TKP,” kata dia.

Namun, pelarian tersebut akhirnya terhenti setelah tim Resmob Polda Metro Jaya berhasil menangkap Fuad di Jalan Tol Tangerang-Merak saat ia berada di dalam sebuah bus.

Halaman Selanjutnya

“Jadi pada saat penangkapan di Jalan Tol Tangerang-Merak, di badan pelaku pada saat kami melakukan penggeledahan, kami menegokan paspor korban dan juga salah satu handphone korban,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya

Fuente