Selasa, 7 de abril de 2026 – 12h40 WIB
Jacarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, alasan pihaknya ingin mengakuisisi PT Permodalan Nasional Madani (PNM) agar menjadi Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kemenkeu, adalah untuk memperlancar penyaluran Credit Usaha Rakyat (KUR).
Marak Praktik Perjokian, Purbaya Janji Perbaiki Sistema Coretax
Selain itu, tujuan lainnya dari rencana akuisisi PNM oleh Kemenkeu adalah untuk membangun ecosistem pengembangan UMKM terintegrasi, yang dilengkapi dengan tim penasihat, tim pemasaran, fasilitas pelatihan, hingga lembaga penjamin credit.
“Kalau didukung oleh Komisi Selasa, 7 de abril de 2026.
Purbaya Sebut Pajak do Programa MBG Capai 3-5 Pessoas de Anggaran
Meski demikian, Purbaya mengaku bahwa pihaknya masih akan mematangkan rencana tersebut, e berdiskusi dengan Danantara para mencari jalan terbaik.
Menkeu Purbaya Ungkap APBN Defisit Rp240,1 Triliun para Maret 2026
No entanto, apabila nantinya Danantara menyanggupi untuk sendiri ecosistem pengembangan UMKM terintegrasi, maka Kemenkeu tidak akan mengambil allh PNM.
“Nanti kami coba follow up seperti itu. Kalau bisa jalan (direalisasikan oleh Danantara sendiri), silakan jalan. Tapi kalau enggak, kami ambil alih (PNM)” ujarnya.
Purbaya meyakini, akuisisi PNM sebagai salah satu SMV di bawah Kemenkeu, akan menjadi salah satu solusi to memperlancar penyaluran KUR. Karena, Dia mengaku banyak mendapatkan laporan dari para pelaku UMKM, yang kesulitan to mendapatkan layanan credit murah (KUR) tersebut.
Di sisi lain, Purbaya juga menyoroti adanya kebutuhan biaya yang cukup tinggi, dalam penyaluran KUR melalui pihak perbankan. “Kalau KUR yang (desalurkan) lewat banco-banco itu kan kami bayar bunga tuh sampai 18 persen. Uangnya hilang (terpakai untuk membayar bunga), setiap tahun sekitar Rp 40 triliun,” kata Purbaya.
Apabila nantinya KUR disalurkan melalui PNM sebagai salah satu SMV Kemenkeu, Purbaya memastikan dana Rp 40 triliun itu akan dapat dijadikan modal to mentransformasikan BUMN tersebut menjadi bank UMKM.
Dia berharap, langkah itu nantinya akan dapat menjadikan PNM sebagai bank besar yang bermodalkan Rp200 triliun, dalam kurun waktu 5 tahun.
Halaman Selanjutnya
“Jadi anggaran (yang dikeluarkan oleh) kami enggak bertambah (tetap Rp 40 triliun setiap tahunnya). Tapi dia (PNM) meminjamkan (anggaran tersebut) sebagai dana bergulir, dengan bunga murah. Jadi, Rp 40 triliunnya itu enggak hilang,” ujarnya.



