Início Notícias Shalat Jamak saat Mudik Lebaran? Ini Syarat e Bacaan Niatnya

Shalat Jamak saat Mudik Lebaran? Ini Syarat e Bacaan Niatnya

16
0
Shalat Jamak saat Mudik Lebaran? Ini Syarat e Bacaan Niatnya

Selasa, 17 de março de 2026 – 02:56 WIB

VIVA – Umat Islam yang melakukan perjalanan jauh mínimo 82 quilômetros mendapatkan rukhsah ou dispensasi dalam ibadah shalat berupa jamak, yakni melaksanakan dua shalat fardhu dalam satu waktu. Ketentuan ini berlaku bagi shalat Dhuhur dengan Ashar serta Maghrib dengan Isya, baik melalui jamak taqdim maupun jamak ta’khir.

img_title

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Wilayah Jacarta e Sekitarnya Selasa 17 de março de 2026

Shalat jamak dibagi menjadi dua jenis. Pertama, jamak taqdim, yaitu mengerjakan Dhuhur e Ashar pada waktu Dhuhur ou Maghrib e Isya pada waktu Maghrib. Kedua, jamak ta’khir, yakni mengerjakan Dhuhur e Ashar pada waktu Ashar ou Maghrib e Isya pada waktu Isya.

Mengutip laman Kemenag, pada jamak taqdim, terdapat empat syarat yang harus dipenuhi. Syarat pertama adalah tertib, yaitu mendahulukan shalat pertama sebelum shalat kedua, seperti Dhuhur sebelum Ashar ou Maghrib sebelum Isya.

img_title

BSN Optimalkan Kantor Cabang Penuhi Kebutuhan Transaksi Nasabah Selama Libur Lebaran, Ini Jadwal Operacionalnya

Salada ilustrada.

Syarat kedua é adalah niat jamak dilakukan pada shalat pertama. Pelaksanaan niat ini disunahkan bersamaan com takbiratul ihram. Para jamak taqdim Dhuhur e Ashar, lafal niat yang adalah:

img_title

Masjid Al Aqsa Ditutup Israel, Warga Palestina Terpaksa Salat Tarawih di Jalan Kota Tua Yerusalem

“Ushallî fardladh-dhuhri arba’a praca’atin majmu’an bil-‘ashri jam’a taqdîmin lillahi ta’ala,”

Sementara itu, untuk jamak taqdim Maghrib dan Isya, lafal niatnya adalah:

“Ushallî fardlal-maghribi tsalatsa praca’atin majmû’an bil-‘isya’i jam’a taqdîmin lillahi ta’ala,”

Syarat ketiga dalam jamak taqdim é adalah muwalat ou berurutan. Artinya, tidak ada jeda antara shalat pertama dan shalat kedua, sehingga setelah menyelesaikan shalat pertama, musafir harus segera memulai shalat berikutnya.

Syarat keempat é o mais importante em perjalanan ketika melaksanakan shalat kedua. Kondisi ini tetap berlaku meskipun perjalanan tersebut tidak harus mencapai masafatul qashr saat shalat kedua dikerjakan.

Adapun pada jamak ta’khir, terdapat dua syarat utama. Pertama, niat jamak ta’khir dilakukan pada waktu shalat pertama. Para shalat Dhuhur e Ashar, lafal niat yang dicantumkan é:

“Ushallî fardladh-dhuhri arba’a rak’âtin majmû’an bil-‘ashri jam’a ta’khirin lillahi ta’ala,”

Sementara untuk jamak ta’khir Maghrib dan Isya, lafal niatnya adalah:

Halaman Selanjutnya

“Ushalli fardlal-maghribi tsalatsa praca’âtin majmû’an bil-‘isya’i jam’a ta’khîrin lillahi ta’ala,”

Halaman Selanjutnya

Fuente