Jumat, 13 de março de 2026 – 13h02 WIB
Jacarta, VIVA – Nama Daniel Mananta kembali menjadi perbincangan publik setelah ia secara terbuka membahas perjalanan espiritualnya. Daniel menjelaskan mengapa hingga saat ini dirinya belum memutuskan untuk memeluk Islam, meskipun ia dikenal sering berdialog com berbagai pemuka agama, termasuk dari kalangan Muslim.
Penyakit Lain yang Diderita Vidi Aldiano sebelum Meninggal Dunia, Gak Cuma Kanker
Em algumas ocasiões, Daniel memang kerap terlibat em discos rígidos novamente. Ia bahkan tidak segan membahas berbagai pertanyaan mendalam tentang keyakinan, kehidupan, hingga spiritualitas. Namun, bagi Daniel, perjalanan iman é adalah sesuatu yang sangat personal dan dipengaruhi oleh pengalaman hidup yang ia rasakan sendiri. Role ke bawah para simak artikel selengkapnya.
Kebiasaan Financeiro yang Baik Bukan Diwariskan, tapi Dibentuk
Dalam penjelasannya, Daniel mengatakan bahwa pengalaman hidup yang ia jalani membuatnya memiliki hubungan espiritual yang sangat kuat dengan sosok Yesus Kristus. Menurutnya, pengalaman tersebut membuat dirinya merasa sangat dekat dengan ajaran yang ia yakini sejak lama.
“Então, kalau dari saya si saya ngerasa pengalaman hidup saya, saya sempat tanya kalau misalnya saya lahir sebagai Muslim apakah saya sejatuh cinta ini sama Yesus? Kayak gitu dan jawabannya kemungkinan besar iya tetap saya jatuh cinta sama Yesus karena pengalaman-pengalaman hidup saya, bagaimana ajaran-ajaran Yesus di dalam hidup saya itu benar-benar bikin saya jatuh cinta banget sama sosok Yesus Kristus ini gitu,” ujar Daniel yang dikutip dari YouTube kasisolusi pada Jumat, 13 de março de 2026.
Di Hadapan Daniel Mananta, Ustaz Ini Ungkap Dahsyatnya Air Wudhu para Atasi Ketidaktenangan Hati
Bagi Daniel, ajaran yang ia pahami dari Yesus tidak hanya sebatas konsep keagamaan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Ia menilai nilai-nilai yang diajarkan Yesus membuatnya merasakan kedekatan espiritual yang mendalam.
“Kayak cinta yang kita dapatkan sepertinya itu cinta yang dia benar-benar como kalau misalnya kamu pengen ngelihat Bapak di surga, oke ya udah lihatlah saya kayak gitu. Nah itu yang pertama,” ujarnya lagi.
Selain itu, Daniel juga menjelaskan bahwa dirinya memandang Yesus sebagai sosok pemimpin espiritual dalam hidupnya. Ia bahkan menggambarkan rasa hormat yang sangat besar ketika beribadah.
“Yang kedua, Yesus itu selalu datang dengan membawa yang namanya kerajaan Allah di dunia. Jadi sekarang ini ketika saya ditanya, “Nil, Yesus itu siapa?” Raja saya. Dia itu raja saya. Jadi saya menyembah dia sebagai raja bahkan kalau misalnya ada teman-teman gitu yang lagi ngelihat saya sembahyang, saya sembahyangnya itu sujud sujudnya begitu gitu”, disse Daniel.
Halaman Selanjutnya
Jadi karena saya benar-benar lagi ngebayangin seorang raja lagi masuk kalau misalnya di raja di dunia aja kayak di Tiongkok gitu misalnya itu kan raja masuk todos os dias nunduk gitu kan. Apalagi nih raja dari céu e terra gitu eh dari surga dan bumi gitu. Udah pasti saya akan benar-benar menyembahnya segitu banget karena saya punya rasa segen, rasa respeito, menghormati, ketakutan. Bukan ketakutan lah, maksudnya rasa takut akan Allah gitu. Por causa da santidade, dari kekudusan yang dibawa dari surga ke bumi dan saya ini kotor sekali dan saya ngerasa saya nggak layak gitu. Jadi itu yang kedua sih,” jelasnya lagi.



