Kamis, 12 de março de 2026 – 16h27 WIB
Jacarta, VIVA – Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri mengatakan, pihaknya terus mencari sumber import minyak alternatif, sebagai imbas dari dinamika distribusi energi global yang terjadi di Selat Hormuz imbas Perang Iran dengan AS-Israel.
Purbaya cs Pede Ekonomi RI Tetap Tumbuh Meski Terjadi Penutupan Selat Hormuz
Pertamina diakuinya juga telah menyiapkan langkah antisipasi berupa pencarian alternatif importa dari kawasan tersebut, guna menjaga ketahanan stok energi seedal.
“Jadi tentunya kita sudah antisipasi untuk mencari sumber yang lain supaya ketahanan stoknya juga bisa baik dan bagus”, disse Simon em Jacarta, Kamis, 12 de março de 2026.
Prabowo Telepon MBS, Serukan Konflik de Timur Tengah Dihentikan
Dia menekankan bahwa sumber pasokan energi Indonésia tidak hanya berasal de Timur Tengah, tetapi juga dari wilayah lain seperti Afrika dan AS.
Importar Minyak de AS Butuh Waktu Lebih Lama, Bahlil Ungkap Cara Menyiasatinya
“Para antisipasi kami juga melakukan diversifikasi sumber. Sumber-sumber kita tidak hanya dari Timur Tengah, ada juga dari Afrika, ada dari Amerika Serikat, dan berbagai tempat lainnya,” ujarnya.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah sebelumnya sempat memicu gangguan pelayaran di Selat Hormuz, jalur estratégias de perda de energia dunia yang menghubungkan Teluk Pérsia com passagem global.
Selat tersebut menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak mentah dari negara-negara produsen di Timur Tengah ke berbagai negara consumer. Pemerintah sebelumnya mencatat bahwa sekitar 20–25 persen importa minyak mentah Indonésia dikirim melalui Selat Hormuz.
Langkah pencarian alternatif import minyak ini juga direncanakan Pertamina setelah dua kapal tanker milik Pertamina International Shipping (PIS) masih berada di kawasan Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. Dua kapal tersebut é um transportador de petróleo bruto muito grande (VLCC) Pertamina Pride com gerenciamento de navios do NYK serta kapal Gamsunoro yang dikelola oleh Synergy Ship Management.
Berdasarkan laporan PIS pada Senin (2/3), Pertamina Pride telah selesai melakukan proses loading dan berlabuh di Ras Tanura, Arab Saudi, sementara Gamsunoro sedan proses loading di Khor al Zubair, Iraque. Sementara itu dua kapal PIS lainnya, yakni PIS Paragon e PIS Rinjani, dilaporkan berada di luar dari Kawasan perairan de Timur Tengah itu.
“Yang menjadi perhatian kami yang utama adalah keselamatan para kru e keselamatan kargo kami. Tentunya kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak de Kementerian Luar Negeri, dari semua pihak dan kita juga mendorong supaya situações de sana semakin baik,” disse Simon.
Halaman Selanjutnya
O PIS é responsável pela operação de 345 dólares para a distribuição de energia. Dari total armada tersebut, 266 kapal melayani pengangkutan BBM e avtur, 27 kapal mengangkut minyak mentah, 45 unidades melayani distribusi GLP, serta 7 unidades mendukung pengangkutan petrokimia e berperan juga sebagai Floating Storage.



