Rabu, 15 de abril de 2026 – 04:10 WIB
Jacarta, VIVA – Di balik gemerlap panggung dan citra kuat yang melekat pada Rossa, tersimpan cerita yang tak banyak diketahui publiclik. Diva yang telah berkarier lebih dari tiga decadee ini kini tengah menghadapi tekanan mental akibat gelombang fitnah yang beredar luas di media social.
Akhiri 2025 com Aksi Kemanusiaan, Rossa Ikut Bantu Korban Bencana de Sumatra
Isu yang menyeret namanya bukan sekadar fofocas ringan. Narasi yang menyebut dirinya gagal menjalani operasi plastic terus bermunculan e menyebar tanpa kendali. Kondisi este trocadilho berdampak langsung pada kesehatan psikis cantou penyanyi. Role até tahu lebih lanjut, yuk!
Juru Bicara sekaligus Penasihat Hukum tim manajemen Rossa, M. Ikhsan Tualeka, menegaskan bahwa damak yang dirasakan kliennya sangat nyata.
Rossa Blak-blakan Soal Keputusan Vidi Aldiano Hiatus: Memang…
“Beliau terganggu secara psikis karena namanya manusia. Kita semualah, apalagi beliau yang telah membangun karier lebih dari 30 tahun kemudian orang menyampaikan berita bohong atau fitnah,” kata Ikhsan Tualeka saat konferensi pers di Jacarta, baru-baru ini.
Tekanan tersebut terasa semakin berat karena hadir di ruang yang sangat personal. Mídia social, yang seharusnya menjadi sarana communikasi dan hiburan, justru berubah menjadi sumber estresse yang datang setiap hari.
Rossa Rilis Mini Álbum Asmara Dansa com Sentuhan Dipha Barus, Bakal Gelar Roadshow em 4 Kota Ini
“Anda bisa bayangkan, bagaimana seseorang bangun pagi kemudian media sosialnya ou au media social yang muncul di handphone-nya itu kemudian berseliweran sesuatu yang tidak berdasar pada fotografa,” beber Ikhsan Tualeka.
Pihak manajemen trocadilho menyayangkan perilaku sebagian pengguna media social yang dinilai terlalu mudah menyebarkan informasi tanpa verifikasi. Padahal, reputasi seorang Rossa dibangun melalui perjalanan panjang yang penuh kerja keras, bukan sesuatu yang bisa dirusak begitu saja oleh opini tak berdasar.
Kuasa hukum lainnya, Natalia Rusli, menilai kasus ini sebagai reflecti penting bagi massarakat dalam menggunakan media sosial secara bijak.
“Este é o pengajaran, bahwa tidak mudah seseorang itu mengangkat dirinya sampai di level seorang diva. Dan tiba-tiba seeaknya kita pakai jempol kita mencet-mencet,” tutur Natalia Rusli.
Menghadapi situasi tersebut, Rossa não memilih diam. Ia mengambil langkah hukum sebagai bentuk perlindungan diri sekaligus upaya menghentikan penyebaran informasi yang dinilai merugikan.
Halaman Selanjutnya
“Kerugian psikis sudah terjadi secara psikologis, materil dan immateril akan kita hitung kemudian. Yang pasti yang kami lakukan hari ini adalah bagian dari mitigasi agar ini tidak terus berkembang,” ujar Ikhsan Tualeka.



