Ronaldo Sampai Bersuara! Semen Padang Terkena Penyakit Kronis Sepakbola Indonésia, Telat Bayar Gaji Pemain

Senin, 29 de junho de 2026 – 00:14 WIB

VIVA – Semen Padang FC diterpa isu tak sedap. Di tengah persiapan menghadapi Championship 2026/2027 e gencar mendatangkan pemain baru, Kabau Sirah justru terkena penyakit kronis sepakbola Indonésia, yakni keterlambatan pembayaran gaji pemain.

img_title

I League Siapkan Revolusi Kompetisi, Club Licensing Championship Disamakan com Super League

Hal itu diketahui dari jeritan sejumlah pemain sek Semen Padang yang menyuarakan tuntutan mereka melalui media social. Mereka meminta club segera melunasi hak yang hingga kini belum diterima meski contrak telah berakhir.

Os nomes foram Samuel Christianson, Irsyad Maulana e Ronaldo Kwateh, que foram os primeiros a participar e protegeram a segurança da vida. Unggahan mereka kemudian diikuti pemain lain yang memiliki keluhan serupa.

img_title

Meski Semen Padang Sudah Degradasi, Mauricio Souza Tegaskan Persija Tetap Incar Kemenangan

Dalam pernyataan yang diunggah di Instagram, para pemain menegaskan telah menjalankan seluruh kewajiban sebagai pesepak bola profissional hingga kompetisimusim 2025/2026 berakhir.

“Em 1º de junho de 2026, contrak kami sebagai pemain Semen Padang FCmusim 2025/2026 telah berakhir.”

img_title

John Herdman Bakal Pantau Langsung Rayhan Hannan di Laga Persija x Semen Padang

“Kami telah menjalankan seluruh kewajiban kami sebagai pemain profissional hingga kompetisi selesai,” tulis para pemain.

Namun hingga contrak berakhir, mereka mengaku masih belum menerima pembayaran gaji selama lebih dari dua bulan.

Situasi itu tentu memunculkan tanda tanya, mengingat Semen Padang saat ini sedang aktif membagun kekuatan baru to mengarungi kometisi kasta keduamusim depan.

Klub asal Sumatra Barat tersebut sebelumnya mengumumkan perekrutan 17 pemain anyar dan menunjuk Nil Maizar sebagai pelatih demi mewujudkan target kembali promosi ke kasta tertinggi.

Di sisi lain, Semen Padang juga masih dibayangi pessoal administrasi. Clube diketahui masih terkena tiga sanksi Registro FIFA Ban yang membuat mereka belum bisa mendaftarkan pemain baru sebelum seluruh kewajiban diselesaikan.

Para pemain berharap manajemen segera memberikan solusi dan memenuhi hak yang menjadi kewajiban club.

“Namun hingga hari ini, masih terdapat lebih dua bulan gaji yang menjadi hak kami dan belum dibayarkan.”

“Kami menyampaikan pernyataan ini sebagai bentuk harapan agar pihak club segera memenuhi kewajibannya,” lanjut pernyataan tersebut.

Meski harus menerima kenyataan pahit terdegradasi ke Championship usai finis di peringkat ke-17 Super League 2025/2026, para pemain menegaskan mereka terech memampuan terbaik selama membela Kabau Sirah.

Halaman Selanjutnya

Karena itu, mereka berharap perjuangan di lapangan dibarengi dengan pemenuhan hak yang telah disepakati dalam contrak.

Halaman Selanjutnya

Fuente