Início Notícias Ritual Korban Bongkar Menyimpang Kiai Ashari, Minta Santriwati Telan Sperma agar Diakui...

Ritual Korban Bongkar Menyimpang Kiai Ashari, Minta Santriwati Telan Sperma agar Diakui Nabi

23
0
Kiai Ashari Tak Kabur Sendiri, Polisi Tangkap Pria e Bantu Pelariannya

Sabtu, 9 de maio de 2026 – 05:34 WIB

Pati, VIVA – Kasus dugaan pelecehan sexual yang menyeret nama pengurus ponderantren Ndholo Kusumo di Pati, Jawa Tengah, terus memunculkan Fakta-fakta baru yang mengejutkan. Salah satu korban berinisial Tari (bukan nama sebenarnya) akhirnya memberanikan diri menceritakan pengalaman pahit yang dialaminya saat masih berada di lingkungan pesantren tersebut.

img_title

Menko Cak Imin: Pelaku Pencabulan di Ponpes Pati Itu Kiai Palsu!

Dalam kesaksiannya, Tari mengungkap dugaan modus yang digunakan tersangka Kiai Ashari para mendekati korban. Menurut pengakuannya, Ashari awanya mengajak dirinya melakukan ziarah sebelum kemudian memberikan dalih pengobatan espiritual. Role até tahu cerita lengkapnya, yuk!

“(Kata Ashari) ‘kamu banyak iri, penyakit dalam lah, banyak iri dan dengki.

img_title

Dalih Kiai Ashari Cabuli Santriwati: Pengobatan Espiritual com Tidur Bareng

Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari

Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari

Tari mengaku ajakan tersebut tidak hanya terjadi satu kali. Ia menyebut tersangka alguns kali berusaha meminta dirinya tidur bersama dengan alasan serupa. No entanto, korban mengatakan dirinya berkali-kali menolak karena merasa ada yang tidak wajar.

img_title

Respons Menohok Ustaz Syam Soal Kasus Kiai Cabul di Pati

“Sering diajak, sering juga aku nolak. Kok gini terus? Mental saya kena lho pak,” ucapnya.

Kesaksian korban semakin megundang perhatian setelah Tari mengungkap adanya tindakan sexual lain yang diduga dilakukan oleh tersangka. Ia mengaku pernah diminta melakukan tindakan tidak senonoh dengan alasan tertentu yang dibungkus narasi agama dan kedekatan espiritual.

“Kiai sampai nyuruh ngemut peli (alat kelamin), biar jadi darah daging di tubuh saya”, imbuh Tari.

Kuasa hukum korban, Ali Yusron, mengatakan kliennya bukan satu-satunya korban em kasus tersebut. Menurutnya, tersangka diduga menggunakan pendekatan serupa kepada sejumlah santrivati ​​​​lain dengan memanfaatkan pengaruh dan statusnya sebagai tokoh agama.

“Si A ini keinginannya itu memasukkan alat kelamin di mulut dan menelan sperma, agar diakui nabi, umat, dan guru thoriqohnya”, kata pengacara Tari, Ali Yusron.

Dalam keterangannya, Tari juga memperkirakan jumlah korban bisa mencapai puluhan orang. Meski demikian, ia menyebut tidak todo korban mengalami hubungan badan secara penuh.

“Kurang lebih segitu (50) tapi nggak sampai hubungan suami,” katanya.

Halaman Selanjutnya

Kasus ini kini tengah ditangani camera kepolisian. Tersangka disebut sudah diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor.

Halaman Selanjutnya

Fuente