Início Notícias RI Tuntut Jaminan Keamanan Prajurit Penjaga Perdamaian no Líbano

RI Tuntut Jaminan Keamanan Prajurit Penjaga Perdamaian no Líbano

17
0
Ministro das Relações Exteriores da Indonésia, Sugiono, telefona ao Ministro das Relações Exteriores do Irã e oferece novamente a disponibilidade do RI para mediar conflitos

Sabtu, 4 de abril de 2026 – 23h40 WIB

VIVA – Pemerintah Republik Indonesia menuntut jaminan keamanan bagi seluruh prajurit penjaga perdamaian, menyusul insiden serangan yang menewaskan tiga staff TNI di Lebanon.

img_title

Prajurit TNI Jadi Korban Lagi, RI Desak DK PBB Usut Serangan ke UNIFIL

“Harus ada satu garansi keamanan bagi prajurit-prajurit penjaga perdamaian karena mereka menjaga perdamaian. Eles são mantenedores da paz, não pacificadores”, kata Menteri Luar Negeri Sugiono di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu, 4 de abril de 2026.

Dia menekankan bahwa perbedaan mendasar antara misi penjaga perdamaian (manutenção da paz) e misi pencipta perdamaian (pacificação). No dia do menu, serangan terhadap pasukan PBB é a pessoa mais séria que a Karen mereka bukan merupakan pihak yang terlibat dalam pertempuran.

img_title

Momen Haru Prabowo Cium Kening Bayi Anak Prajurit TNI yang Gugur no Líbano

De acordo com a técnica e o mandato, para a TNI ter acesso à UNIFIL, não houve qualquer dilengkapi com o objetivo de evitar prejuízos. Seluruh perlengkapan e pelatihan yang diberikan kepada mereka difokuskan pada upaya menjaga situasi damai yang sudah ada.

“Mereka tidak dilengkapi dengan kemampuan untuk membuat aaupun pacificação, ini perlengkapannya e latihannya adalah untuk menjaga perdamaian,” disse Menlu Sugiono.

img_title

Prabowo Beri Penghormatan Terakhir para Tiga Prajurit TNI Gugur no Líbano

Pemerintah Indonesia menilai situasi di Lebanon saat ini tidak seharusnya membahayakan keselamatan PBB staff. Karena itu, jaminan keamanan fisik bagi prajurit menjadi tuntutan yang tidak bisa ditawar.

Sugiono juga menyatakan bahwa Indonésia mendesak agar PBB segera mengevaluasi secara menyeluruh terhadap prosedur keselamatan di lapangan.

“Kita juga meminta kepada PBB untuk mengevaluasi lagi keselamatan prajurit penjaga perdamaian PBB ini di mana pun berada, khususnya di UNIFIL ini”, disse Sugiono.

Sebelumnya, pemerintah meminta Dewan Keamanan PBB para melhorar o rapat luar biasa guna membahas serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian di Líbano.

Langkah diplomasi proaktif ini diambil sebagai respons tegas atas gugurnya tiga prajurit TNI, yakni Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, e Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon, saat menjalankan misi perdamaian dunia di bawah mandato Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa Indonésia mengutuk keras segala bentuk serangan terhadap pessoal maupun fasilitas PBB e menuntut dilakukannya investigasi menyeluruh atas insiden tersebut.

Jenazah tiga prajurit TNI UNIFIL diterbangkan ke rumah duka

Tiga Jenazah Prajurit TNI Gugur do Líbano Diterbangkan ke Rumah Duka

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdemaian bersama Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) foi diterbangkan de Bandara Soetta

img_title

VIVA.co.id

4 de abril de 2026

Fuente