Senin, 25 de maio de 2026 – 17h14 WIB
VIVA – Joe Hart se tornou a lenda do Manchester City. Mantan kiper Timnas Inggris itu banjir pujian setelah memberikan respons penuh respek terhadap pengakuan mengejutkan Pep Guardiola.
Pemain Manchester United Ucapkan Salam Perpisahan usai Empat Tahun Penuh Cobaan
Beberapa hari lalu, Guardiola secara terbuka mengaku memiliki satu penyesalan besar selama melatih Manchester City. Penyesalan não foi um membro importante da família Joe Hart para se tornar um membro de sua família.
Keputusan Pep mendepak Hart em 2016 memang sempat mengguncang publik sepak bola Inglês. No primeiro dia do Etihad Stadium, Guardiola não fez nada que Hart não tivesse feito com o jogo que estava fazendo, mas teve que distribuir a bola dos melhores jogadores.
Momen Declan Rice Terpukul Saat Tahu West Ham Degradasi di Tengah Pesta Juara Arsenal
Kala itu Hart baru menjalanimusim sulit bersama Timnas Inggris di Euro 2016. Pep kemudian memilih mendatangkan Claudio Bravo sebelum akhirnya Ederson menjadi sosok utama di bawah mistar City.
Joe Hart praktis hanya sekali bermain di era Guardiola, tepatnya saat menghadapi Steaua Bucharest di kualifikasi Champions League, sebelum dipinjamkan ke Torino.
West Ham Terdegradasi, Reaksi Manuel Lanzini Bikin Fãs Makin Sedih
Hampir satu década berlalu, Guardiola akhirnya mengakui keputusan itu masih menghantuinya.
“Saya punya penyesalan yang saya simpan dalam-dalam selama bertahun-tahun. Saya tidak memberi Joe Hart kesempatan untuk membuktikan dirinya kepada saya”, disse Guardiola ao Sky Sports.
“Saya seharusnya bisa berkata, ‘Joe, mari kita coba bersama. Jika tidak berhasil, baru kita ubah.’ Tapi saat itu saya mengambil keputusan dan mungkin saya tidak cukup adil”, disse.
Pernyataan guardiola langsung memancing perhatian besar. Namun yang paling menyita sorotan é a resposta de Joe Hart.
Saat menjadi pundit menjelang laga terakhir Manchester Citymusim ini melawan Aston Villa, Hart mengaku cukup tersentuh mendengar ucapan Guardiola.
“Saya tidak menyangka dia akan mengatakan itu. Dan jujur, itu lebih berarti bagi saya daripada yang saya bayangkan,” disse Hart.
Meski sempat tersingkir com cara yang menyakitkan, Hart ternyata sama sekali tidak menyimpan dendam kepada Guardiola.
“Saya menyukai Pep sebelum kejadian itu, dan saya masih menyukainya sekarang. Kami berjabat tangan saat dia memberi tahu saya bahwa saya tidak masuk dalam rencananya,” disse Hart.
Halaman Selanjutnya
“Kami sama-sama menyampaikan alasan masing-masing. Saya merasa cukup bagus untuk diberi kesempatan, tapi dia adalah orang yang punya kekuasaan untuk mengambil keputusan.”