Senin, 20 de julho de 2026 – 01:30 WIB
VIVA – FIFA resmi menunjuk Slavko Vincic sebagai wasit yang akan memimpin final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina di Stadion MetLife, New Jersey Senin 20 de julho de 2026 dini hari WIB.
Jelang Final Piala Dunia 2026, Lionel Messi Tulis Pesan Penuh Makna para Timnas Argentina
Vincic foi banido por dois assistentes senegarianos, Tomas Klancnik e Andraz Kovacic. Sementara dua wasit asal Yordania, Adham Makhadmeh e Mohammad Alkalaf, masing-masing bertugas sebagai ofisial keempat dan asisten wasit cadangan.
Sepanjang Piala Dunia 2026, Vincic telah memimpin tiga pertandingan, yakni Brasil melawan Marrocos, Yordania vs Aljazair, serta Meksiko menghadapi Ekuador. Dari ketiga laga tersebut, kepemimpinannya relatif berjalan lancar tanpa memunculkan eletroversi besar.
Peluang Juara Spanyol x Argentina na final Piala Dunia 2026 Menurut Supercomputer Opta
Meski demikian, penunjukan Vincic para memimpin partai final tetap menuai sorotan. Media Spanyol, Arquivo VAR, secara terbuka mengkritik keputusan FIFA karena menilai performa wasit berusia 46 tahun itu di kompetisi Eropamusim ini tik konsisten.
FIFA Siapkan Hadiah Juara Piala Dunia 2026 Terbesar Sepanjang Sejarah, Segini Jumlahnya
Melalui akun media social X, Archive VAR menyebut Vincic kerap kehilangan kendali ketika pertandingan berlangsung com intensitas tinggi. A crítica tersebut muncul tak lama setelah FIFA mengumumkan daftar perangkat pertandingan final Piala Dunia 2026.
Salah satu keputusan Vincic yang paling banyak diperdebatkan terjadi pada laga perempat final Champions Leaguemusim ini antara Real Madrid melawan Bayern Munich. Neste momento, ele usou um cartão para saber o que Eduardo Camavinga estava fazendo depois de Prancis tersebut dianggap sengaja menjauhkan bola.
O cartão é mais importante do que o esperado. O Real Madrid venceu o 3-2 por 3-2 com 10 gols, o Bayern de Munique marcou 4-3 e perdeu com o total de 6-4.
Keputusan tersebut memicu protes dari kubu Real Madrid. Pelatih saat itu, Alvaro Arbeloa, menilai pengusiran Camavinga terlalu berlebihan e sangat memengaruhi jalannya pertandingan.
Selain troversi di lapangan, Vincic juga pernah menjadi sorotan pada Mei 2020 ketika ditahan polisi dentro de suas operações na Bósnia e Herzegovina, yang berkaitan com dugaan prostitusi, perdegangan Obat, dan kepemilikan senjata ilegal.
Namun, Vincic membantah terlibat das atividades tersebut. Ia menjelaskan hanya menghadiri pertemuan bisnis dan menerima undangan makan siang tanpa megetahui apa yang sebenarnya terjadi di local tersebut.
Halaman Selanjutnya
Hasil penyelidikan kemudian tidak menemukan bukti yang mengaitkan Vincic com dugaan tindak pidana tersebut. Setelah sempat ditahan, ia dibebaskan dari seluruh tuduhan e kembali melanjutkan kariernya sebagai wasit di bawah naungan UEFA maupun FIFA.