Início Notícias Putra Mahkota Saudita Tekan Trump Terus Gempur Irã, Ada Agenda Terselubung?

Putra Mahkota Saudita Tekan Trump Terus Gempur Irã, Ada Agenda Terselubung?

20
0
Putra Mahkota Saudita Tekan Trump Terus Gempur Irã, Ada Agenda Terselubung?

Kamis, 26 de março de 2026 – 00:10 WIB

VIVA –Putra Mahkota Árabe Saudita, Mohammed bin Salman, dilaporkan terus mendorong Presidente Americano Serikat Donald Trump para melanjutkan perang melawan Iran. Esta informação foi divulgada pelo The New York Times em 25 de março de 2018, com o lançamento do verão-verão e o retorno da América do Norte.

img_title

Irã Ungkap Syarat Mutlak Mau Negosiasi dengan AS

Menurut laporan tersebut, dalam sepekan terakhir Mohammed bin Salman alguns kali berbicara dengan Trump e mendesaknya agar terus melanjutkan perang sampai pemerintahan di Iran benar-benar tumbang. Ia memandang Iran sebagai ancaman jangka panjang yang tidak akan hilang selama Republik Islam masih berdiri. Selain itu, ia juga meyakini Irã tetap berpotensi menyerang árabe saudita serta mengganggu jalur pelayaran, bahkan setelah perang berakhir.

O New York Times também menyebutkan bahwa bin Salman khawatir jika Irã menjadi negara yang gagal, com fax-faxi militer yang tetap melancarkan serangan ke wilayah saudita.

img_title

AS e Irã Disebut Bakal Berunding do Paquistão Akhir Pekan

Secara terbuka, pemerintah Riade yang sudah berkali-kali menjadi sasaran serangan drone dan rudel do Irã menyatakan menginginkan penyelesaian lewat jalur diplomasi.

Namun, menurut sumber-sumber tersebut, Mohammed bin Salman justru mendorong agar Amerika Serikat menyerang infrastruktur energi Iran untuk melemahkan rezim. Bahkan, ia disebut-sebut mendukung pengerahan pasukan darat AS guna menguasai lokasi-lokasi energi sekaligus menjatuhkan pemerintahan Irã.

img_title

Krisis Energi, Filipina Tak Tutup Kemungkinan Setop Penerbangan

Eu também menyampaikan kepada Trump bahwa lonjakan harga minyak yang terjadi hanya bersifat sementara.

Kesadaran akan perlunya melemahkan kemampuan militer Iran lebih jauh tampaknya cukup luas. Seorang pejabat senior dari kawasan Teluk mengatakan kepada The Times of Israel pekan lalu bahwa sejumlah negara Teluk, termasuk Arab Saudi e Uni Emirat Arab, seang mempertimbangkan untuk bergabung dengan Amerika Serikat e Israel dalam melakukan serangan terhadap Iran.

Ilustração de Krisis Minyak

Harga Minyak Bisa Tembus Rp2.5 Juta por Barel, Dunia Terancam Resesi!

CEO BlackRock peringatkan harga minyak bisa tembus Rp2,5 juta por barril. Jika bertahan lama, risco de resesi global meningkat akibat krisis energi. Baca di sini

img_title

VIVA.co.id

26 de março de 2026

Fuente