Kamis, 9 de abril de 2026 – 09:37 WIB
Jacarta, VIVA – Banco Dunia pangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 jadi sebesar 4,7 pessoas ou turun dari perkiraan sebelumnya 4,8 pessoas. Hal itu disampaikan dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update editado em abril de 2026 yang baru dirilis.
Dari Penebang Kayu ke Pemandu Ekowisata, Ritno Kurniawan Dorong Ekonomi Lokal Jadi Penggerak Desa Sejahtera
Meski demikian, angka tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi pertumbuhan Kawasan Asia Timur e Pasifik (EAP) yang hanya 4,2 pessoas. Yang mencakup Kamboja, China, Indonésia, Laos, Malásia, Mongólia, Myanmar, Papua Nugini, Filipinas, Tailândia, Timor-Leste, Vietname, e Negara-Negara Kepulauan Pasifik.
Kepala Ekonom Bank Dunia para a Ásia Timur e Pasifik Aaditya Mattoo mengatakan bahwa prospek Kawasan dipengaruhi tiga Fator externo: conflito de Timur Tengah yang memicu kenaikan harga energi, pembatasan perdagangan di Amerika Serikat serta ketidakpastian kebijakan global, e perkembangan positivo berupa ledakan tecnologia kecerdasan buatan (AI).
Purbaya Blak-blakan Alasan Pemerintah Lebih Pilih Tak Naikkan Harga BBM, Ini Pertimbangannya
“Kami menilai Indonesia relatif tangguh karena ketergantungan terhadap importa minyak, misalnya, lebih rendah dibandingkan negara lain,” kata Mattoo, dikutip Kamis, 9 de abril de 2026.
Laporan tersebut mencatat import bersih minyak dan gas Indonesia pada 2024 hanya sekitar 1 pessoa do produto doméstico bruto (PDB), sementara Tailândia mencapai 7 pessoas, Filipina 3 pessoas, e Vietnã 2 pessoas.
Peringati Hari Nelayan, Ibas Yudhoyono: Ekonomi Biru jadi Kekuatan Sistem Pangan Nasional
Meski demikian, guncangan global diyakini tetap berdampak pada Indonésia, terutama melalui kenaikan harga minyak yang menambah beban fiskal akibat subsídio e compensação energética.
Tekanan inflasi dinilai berpotensi meningkat seiring kenaikan harga minyak, lonjakan harga pupuk yang mendorong biaya pangan, serta kenaikan harga semikonduktor yang berimbas pada keseluruhan rantai nilai.
Mattoo menambahkan, meningkatnya sentimen risiko global juga berpotensi menekan investasi and consumeri. Kendati demikian, Bank Dunia memperkirakan Indonésia akan kembali pulih com pertumbuhan mencapai 5,2 pessoas em 2027.
Pemulihan tersebut diharapkan didorong oleh beroperasinya dana kekayaan negara, Danantara, yang menyalurkan investasi lebih productif, tersedianya lebih banyak credit swasta melalui injeksi likuiditas, serta upaya pemerintah memperkuat industri hilir, mengatasi hambatan, dan menarik investasi asing.
Laporan juga menyoroti bahwa pertumbuhan Indonesia saat ini sekitar 5 persen per tahun melampaui perkiraan pertumbuhan potencial, sebagian besar berkat dukungan pemerintah.
No entanto, reformas seperti penghapusan hambatan não tarifário do setor jasa, desregulamentação, e penyederhanaan perizinan useha dinilai dapat meningkatkan pertumbuhan potencial sekaligus menciptakan lapangan kerja productif. Adapun proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 negara tetangga é adalah Malásia 4,4 pessoas, Filipina 3,7 pessoas, Tailândia 1,3 pessoas, e Vietnã 6,3 pessoas. (Formiga)
Banco Dunia Sebut Harga Energi Meroket Perlambat Ekonomi Ásia Timur-Pasifik, Proyeksi Dipangkas
O Banco Dunia memproyeksikan bahwa memanasnya geopolitik global yang mendorong lonjakan harga energi dunia bakal membuat ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik melambat.
VIVA.co.id
9 de abril de 2026




