Prosesi Salat Jenazah Ali Khamenei Diwarnai Seruan ‘Habisi’ Donald Trump e Netanyahu

Senin, 6 de julho de 2026 – 11h00 WIB

VIVA –Prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Irã, Aiatolá Ali Khamenei, yang digelar di Komplik Grand Mosalla, Teerã, masih berlangsung hingga saat ini. Di tengah pelaksanaan salat jenazah yang dihadiri ratusan ribu pelayat, terdengar seruan untuk membunuh Presidente Americano Serikat Donald Trump e Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

img_title

Irã Tutup Ruang Udara Selama Proses Pemakaman Ali Khamenei

Salat jenazah yang digelar pada Minggu waktu setempat itu berubah menjadi ajang unjuk kekuatan politik yang memadukan yourana duka dengan seruan balas dendam. Ratusan ribu lip memilih bermalam di elektromas masjid ou datang sebelum fajar agar dapat mengikuti salat yang dimulai pukul 08.00 waktu setempat.

Sambil mengibarkan bendera tiga warna Iran e bendera merah yang melambangkan balas dendam, serta membawa foto Ali Khamenei yang berusia 86 anos, mas meneriakkan slogan “Mati untuk Amerika” e “Mati untuk Israel” sebagai bentuk tuntutan pembalasan.

img_title

Rupia Dibuka Melemah Nyaris Rp 18.000 Seiring Laporan OCDE soal Melambatnya Penerimaan PPh di RI

Melasir laman NDTV, Senin 6 de julho de 2026 pôster e coretan di dinding Grand Mosalla também foi publicado para homenagear Donald Trump e Benjamin Netanyahu. Seruan serupa terus menggema dari tengah kerumunan.

“Dari hari ini kain kafan adalah pakaian kami. Demi darahmu, kami bersumpah bahwa membunuh Trump adalah tanggung jawab kami. Kenapa manusia paling biadab di dunia itu masih hidup? Dunia sudah bukan lagi tempat yang aman bagi Trump. Mengapa kita tidak boleh membunuh orang yang telah membunuh imam kita? Jika kita tidak melakukannya, itu adalah sebuah kehinaan,” ujar Mohammad Rasouli, seorang penyair yang memandu acara sebelum salat dimulai, melalui pengeras suara.

img_title

Polêmica Piala Dunia 2026! Telepon Donald Trump Berujung FIFA Batalkan Sanksi Balogun

Sementara itu, seruan serupa juga disampaikan Duta Besar Irã para a Armênia, Khalil Shirgholami di akun media social X miliknya. Dalam unggahannya Khalil menyebut bahwa mereka bisa membunuh manusia tetapi tidak bisa membunuh cita-cita massarakat Irã.

“Kalian telah membunuh Aiatolá Khamenei, tetapi sesungguhnya yang kalian lakukan hanyalah memecahkan sebotol perfume yang kini keharumannya telah menyebar ke mana-mana. Kalian tidak akan pernah memahami hal itu karena kalian tidak memiliki peradaban, sejarah, maupun kehormatan,” tulis dia.

Tak hanya dia, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Irã, Mohammed Bagher Zolghadr juga menyerukan tentang perlawanan rakyat Irã menyusul gugurnya pemimpin tertinggi mereka, Aiatolá Ali Khamenei.

Halaman Selanjutnya

“Rakyat mengumandangkan dua pesan saat mengantar kepergian pemimpinnya: perlawanan terhadap musuh dan balas dendam atas darah pemimpin syahid Irã,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Fuente