Rabu, 3 de junho de 2026 – 19h45 WIB
Jacarta, VIVA – PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda), telah memulai rangkaian Sistema de teste e comissionamento (T&C) perkeretaapian LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai alguns waktu lalu.
Waskita Karya Garap Proyek Renovasi Ma’taf Ka’bah Senilai SAR59 Juta
Direktur Utama Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin mengatakan, salah satu rangkaian ujinya yakni com melaksanakan tes jalur lintasan sepanjang 3,6 quilômetros (km), yang menghubungkan Stasiun Velodrome com Stasiun Pramuka.
Dia menjelaskan, tahapan T&C dilakukan secara detail, agar seluruh sistem siap digunakan. Proses tersebut mencakup pengujian sistematis e terstruktur terhadap todos os komonen dan subsistem sebelum sebelum operacional komersial dijalankan, mulai dari jalur, persinyalan, kelistrikan, komunikasi, hingga integrasi operacional.
MTI Dorong Pemerintah Benahi Aspek Keselamatan Sebelum Tragedi Transportasi Terulang Kembali
“Setiap meter pada jalur layang LRT Jakarta Fase 1B adalah tanggung jawab kami kepada massarakat DKI Jakarta yang akan mengandalkan LRT setiap harinya. Maka itu, tahapan T&C ini harus dipersiapkan sangat matang,” kata Iwan dalam keterangannya, Rabu, 3 de junho de 2026.
Perlintasan jalur layang LRT Jakarta Fase 1B.
Pasca Blackout Sumatera, Komisi XII DPR Dorong Ketahanan Sistema Kelistrikan Nacional
Direktur Operasi II Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko mengatakan, keterlibatan Waskita Karya no LRT Fase 1B, bukan hanya terkait pekerjaan konstruksi saja, namun juga kesempatan untuk mennjukkan hasil ou aau showcaseability.
“Proyek dengan visibilitas tinggi (alta visibilidade) ini menjadikan kualitas kerja langsung berdampak terhadap reputasi jangka panjang”, disse Paulus.
Ele foi projetado para fornecer o Waskita no LRT Jakarta Fase 1B que integra sipil, rel, sistema e operação. Waskita juga terus mempercepat pengerjaannya supaya bisa segera dimanfaatkan publik, sehingga realisasi pembangunan proyek senilai Rp 4,1 triliun itu sudah menembus hingga 93,07 persen.
“Dalam proses pengerjaan, tantangan utama (restrição urbana) yang kami hadapi sebagai empreiteiro di antaranya lalu lintas Jacarta yang padat dan ruang kerja terbatas”, disse Paulus.
“Maka solusinya, kami optimkan waktu kerja pada malam hari, yang menuntut fokus dan inovasi pada system safety dan sistem kerja. Kami melihat ini sebagai restrição yang harus dikelola, bukan dihindari,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan tes jalur lintasan, lanjut Paulus, salah satu area yang dilintasi yaitu perlintasan di atas Jalur Aktif Tol Wiyoto-Wiyono, no quilômetro 1+700 sampai 2+100. Maka demi menjaga kondisi lalu lintas di jalan tol itu agar tidak terganggu selama masa konstruksi, Waskita berinovasi menggunakan método de equilíbrio cantilever com extensão de 120 metros (m).
Halaman Selanjutnya
“Keselamatan konstruksi, baik dalam pengamanan konstruksi balance cantilever maupun pengguna jalan, tetap harus diutamakan,” ujarnya.