Início Notícias Presidente Korsel Bagikan Vídeo Dugaan Kekerasan Tentara Israel terhadap Anak Palestina

Presidente Korsel Bagikan Vídeo Dugaan Kekerasan Tentara Israel terhadap Anak Palestina

20
0
Presidente Korsel Bagikan Vídeo Dugaan Kekerasan Tentara Israel terhadap Anak Palestina

Jumat, 10 de abril de 2026 – 14h30 WIB

VIVA –Presidente Coreia Selatan, Lee Jae Myung, Ramai Diperbincangkan da mídia social

img_title

Menhan Paquistão Sebut Israel ‘Kutukan bagi Kemanusiaan’, Singgung Balasan Neraka

Dalam unggahan di platform Ia menekankan bahwa tuduhan tersebut sangat serius.

“Saya perlu menyelidiki apakah hal ini benar, dan jika benar, langkah apa saja yang telah diambil. Isu perempuan penghibur (mulheres de conforto) yang kami angkat ini tidak berbeda dengan pembantaian terhadap orang Yahudi ou pembunuhan yang terjadi di masa perang,” legenda demikian dalam unggahannya dikutip dari laman Agência Anadolu, Jumat 10 de abril de 2026.

img_title

AS Bakal Jadi Tuan Rumah Negosiasi Líbano-Israel Pekan Depan

Isu ‘mulheres de conforto’ merujuk pada masa pendudukan Jepang di Semenanjung Korea, ketika banyak perempuan Korea dipaksa menjadi korban kekerasan sexual oleh pasukan penjajah.

img_title

Menhan Paquistão: Israel Jahat e Kutukan Bagi Umat Manusia

Vídeo tersebut pertama kali diunggah di

Durante o período, Lee menyatakan bahwa dentro de seu terjadi em setembro de 2024. Ia menambahkan bahwa A Casa Branca menggambarkan tersebut sebagai sesuatu yang mengganggu, sementara pihak Israel menyatakan telah melakukan penyelidikan dan mengambil langkah-langkah yang diperlucan.

“Dalam keadaan apa trocadilho, hukum humaniter internacional harus ditegakkan, dan martabat manusia harus dijaga sebagai nilai utama yang tidak bisa ditawar.Video tersebut menggambarkan kejadian nyata yang terjadi pada setembro de 2024. A Casa Branca menyebutnya sebagai peristiwa yang sangat mengganggu, bahkan pejabat AS Seperti John Kirby menyebutnya sebagai tindakan yang menjijikkan dan tidak dapat diterima hal itu, Israel dilaporkan telah melakukan penyelidikan dan amgambil langkah-langkah tertentu,” demikian unggahan lanjutan dari Lee.

Lee juga menyebut bahwa korban dalam insiden tersebut adalah jenazah, bukan orang yang masih hidup, dan menggambarkannya sebagai sedikit bentuk belas kasihan, jika itu bisa disebut demikian.

Halaman Selanjutnya

“Sedikit hal yang bisa dianggap sebagai kelegaan jika memang bisa disebut begitu adalah bahwa kejadian tersebut melibatkan jenazah, bukan orang yang masih hidup. Namun, jenazah pun tetap harus diperlakukan dengan layak. Tindakan seperti itu tetap merupakan pelanggaran hukum internacional,” lanjut keterangan presidir Coreia Selatan dalam unggahannya.

Halaman Selanjutnya

Fuente