Senin, 1º de junho de 2026 – 12h32 WIB
Jacarta, VIVA – O Presidente Prabowo Subianto mengakui bahwa sebuah perubahan besar tidak mudah untuk dilakukan. Pasalnya, pemerintah harus melawan pihak-pihak yang cadela melakukan korupsi.
Pemerataan Kesejahteraan, Prabowo Pacu Transformasi Ekonomi Berdasarkan Pancasila
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, complexo Kementerian Luar Negeri, Jacarta, Senin, 1º de junho de 2026.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menyoroti kemungkinan adanya penolakan dari kelompok yang selama ini diuntungkan oleh praktik-praktik korupsi.
Pertumbuhan Ekonomi RI Belum Merata, Prabowo: Mari Kita Jujur Kepada Diri Sendiri
“Kita akan menghadapi rintangan, kita akan menghadapi tantangan, mungkin juga kita akan menghadapi perlawanan dari kelompok-kelompok yang bita dengan korupsi, cadela com penyelundupan, cadela com tindakan-tindakan ekonomi yang ilegal”, disse Prabowo.
Menurut dia, upaya melakukan perubahan besar tidak akan selalu berjalan mulus. Eu menilai pihak-pihak yang selama ini menikmati hasil dari korupsi berpotensi melakukan perlawanan terhadap berbagai kebijakan pemerintah.
Prabowo Sebut Pembangunan Ekonomi Bukan Cuma Soal Angka: Anak Miskin Harus Kenyang e Pekerja Wajib Sejahtera
Prabowo também mengingatkan bahwa tantangan tersebut tidak hanya dari pelaku kejahatan ekonomi, tetapi juga dari pihak yang dinilai tidak memiliki kepedulian terhadap kepentingan bangsa dan negara.
“Kita akan mungkin menghadapi perlawanan dari mereka yang tidak cinta tanah air bahkan berusaha terus untuk memperlemah NKRI. Tapi bangsa yang besar kita harus berani ambil keputusan yang benar walaupun sulit, kita harus berani membela rakyat kita,” kata Prabowo.
Dalam pidatonya, o Presidente menekankan bahwa keberanian mengambil keputusan yang tepat merupakan salah satu syarat penting bagi bangsa besar.
Menurutnya, kebijakan yang berpihak kepada massarakat harus tetap berjalan meskipun menghadapi berbagai risiko dan tangangan.
Karena itu, ia tik ingin memilih jalan yang hanya memberikan keuntungan sesaat tetapi berpotensi membebani generasi mendatang.
Lebih lanjut, Prabowo menilai ketimpangan dalam distribusi hasil pembangunan masih menjadi salah satu persoalan yang dihadapi Indonésia selama algumas décadas terakhir.
Di tengah melimpahnya sumber daya alam yang dimiliki, manfaat ekonomi yang dihasilkan dinilai belum sepenuhnya dirasakan massarakat secara merata.
Ia menyoroti kondisi ketika nilai tambah dari berbagai komoditas dan kekayaan alam Indonésia justru lebih banyak dinikmati oleh pihak di luar negeri. Sementara itu, sebagian massarakat Indonésia belum memperoleh manfaat ideal dari potensi tersebut.
Halaman Selanjutnya
Para aumentar a confiança de uma pessoa, pemerintah saat ini menjalankan transformsi ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kekayaan seedal dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi rakyat Indonésia.