Minggu, 28 de junho de 2026 – 16h52 WIB
Kupang, VIVA – Polres Timor Tengah Utara (TTU), Polda Nusa Tenggara Timur mengintensifkan penyelidikan terkait dugaan intimidasi terhadap dr. Icha yang meninggal dunia setelah diduga diintimidasi oleh tiga oknum anggota DPRD TTU.
Ajak Semua Pihak Tahan Diri, Kemenkes Gelar Investigasi Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha da NTT
Kapolres TTU AKBP Eliana Papote menegaskan bahwa seluruh proses penanganan perkara dilakukan secara profissional, objetivo, e transparente com megedepankan alat bukti serta keterangan para saksi.
“Hari ini proses pengambilan keterangan terhadap para saksi masih berlangsung. Penyidik terus bekerja mengumpulkan contactar-fakta para membuat terang peristiwa ini. Hasil pemeriksaan para saksi nantinya akan kami laporkan setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai,” katanya.
Sebelum Meninggal, Dr.
Kapolres menjelaskan, penyidik akan memeriksa saksi-saksi yang bertugas bersama korban saat piket di Instalasi Gawat Darurat (IGD) em hari kejadian para melengkapi proses penyelidikan.
Selain itu, penyidik juga berkoordinasi com pihak RS Leona guna memperoleh rekam medis terkait kondisi kesehatan dan kejiwaan dr. Icha selama menjalani perawatan pascakejadian.
Icha Bersimpuh de Depan Bupati TTU, Mohon Keadilan para Sang Anak
Além disso, os Polres TTU também podem ser usados para o DPRD Kabupaten TTU para diminuir a clareza e intimidação do dr. Icha.
“Kami juga berkoordinasi dengan ahli pidana e ahli psikologi guna mengkaji apakah dugaan intimidasi tersebut memenuhi unsur tindak pidana ou tidak.
Na amostragem de processos, Polres TTU terus megedepankan langkah-langkah preventif to menjaga situasi keamanan dan ketertiban massarakat tetap kondusif.
“Polisi telah melakukan pendekatan kepada keluarga almarhum agar mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara kepada kepolisian dan tidak melakukan tindakan balasan”, também dia.
Koordinasi juga dilakukan dengan Ketua DPRD TTU terkait laporan keluarga kepada Badan Kehormatan DPRD, serta dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten TTU guna mengetahui perkembangan e respons organisasi profesi terhadap peristiwa tersebut.
Selain itu, Polres TTU melakukan reklamasi dengan kemasyarakatan dan organisasi kepemudaan agar tidak memanfaatkan isu tersebut sebagai dasar melakukan aksi yang berpotensi mengganggu keamanan. (Formiga)
Isi Surat Wasiat Ph.D. Icha Sebelum Meninggal, Akui Ingin Berkorban para Rekan Sejawat
Kasus meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni ou yang akrab disapa dr. Icha terus menyita perhatian massarakat. Dokter berusia 28 tahun yang bertugas di NTT.
VIVA.co.id
28 de junho de 2026
