Minggu, 7 de junho de 2026 – 10h22 WIB
Jacarta, VIVA – Muito mais do que o ultra micro, o modal kebutuhan sering datan di waktu yang tidak bisa ditunda. Ada bahan baku yang harus dibeli, pesanan yang perlu dipenuhi, anak yang harus sekolah, ou kebutuhan rumah tangga yang mendesak.
Demi Sekolah Anak e Rumah yang Lebih Layak, Intip Kisah Ragaia Terus Melangkah de Pesisir Sorong Papua Barat
Nessa situação, seperti itu, layanan pinjaman yang terlihat cepat e dan muh kerap menjadi pilihan pertama. No entanto, di balik kemudahan tersebut, tidak sedikit massarakat yang kemudian menghadapi beban baru karena pola pembayaran yang tidak ringan serta kewajiban yang terus membayangi dan dapat mengganggu keberlangsungan usaha.
Fenômenos rentenir e praktik pinjaman informal masih menjadi tantangan bagi massarakat yang belum sepenuhnya memiliki akses terhadap layanan keuangan formal. Bagi kelompok massarakat yang belum financiável, keterbatasan dokumen, agunan, skala usaha, hingga literasi keuangan sering kali menjadi penghalang para mendapatkan pembiayaan yang aman dan terarah.
Bangun Budaya Kerja Apresiatif, PNM Gelar Excellence Awards 2026
Akibatnya, pilihan yang dianggap cepat di awal justru dapat berubah menjadi persoalan yang menghambat perkembangan usaha.
Di tengah kondisi tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program PNM Mekaar hadir sebagai akses pembiayaan yang lebih inklusif bagi perempuan prasejahtera pengusaha ultra micro. PNM Mekaar memberikan layanan pembiayaan tanpa agunan, berbasis kelompok, serta didampingi melalui Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM).
PNM Siapkan Babak Baru Transformasi Berbasis Kebermanfaatan
Lebih dari sekadar modal, PNM juga meghadirkan pemberdayaan melalui pelatihan, pendampingan usaha, pengelolaan keuangan, hingga pengembangan kapasitas usaha.
PNM telah melayani lebih de 22,9 juta nasabah perempuan dengan jaringan layanan yang menjangkau 58 kantor cabang e 6.165 kecamatan di Indonesia. Sepanjang 2025, PNM juga telah melaksanakan pelatihan sebanyak 52.394 kali com jumlah peserta mencapai 1.853.170 orang.
Data tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan tidak hanya dilakukan melalui akses pembiayaan, tetapi juga melalui proses pendampingan yang terus berjalan di tengah massarakat.
Bagi nasabah, kehadiran PNM Mekaar menjadi ruang untuk belajar mengelola usaha sekaligus membangun kemandirian. Pertemuan kelompok tidak hanya menjadi tempat membayar angsuran, tetapi juga menjadi ruang saling mengingatkan, saling belajar, e saling menjaga agar usaha tetap berjalan.
Di sana, modal financeiro Bertemu com modal social. Ibu-ibu pengusaha tidak berjalan sendiri karena ada pendampingan dan communitas yang ikut menopang perjalanan mereka.
Halaman Selanjutnya
Indriana, nasabah PNM Mekaar asal Depok yang memiliki usaha gorengan, pernah menyampaikan pentingnya bagi para ibu para lebih bijak dalam memilih akses permodalan. Ia menilai PNM Mekaar bukan hanya memberikan modal usaha, tetapi juga pelatihan usaha serta ruang to memperluas pasar melalui Pertemuan Kelompok Mingguan.