Piala Dunia 2026 Baru Dimulai, FIFA Sudah Dipermalukan Donald Trump

Sabtu, 13 de junho de 2026 – 17:00 WIB

VIVA – Piala Dunia 2026 baru saja bergulir, namun controversos di luar lapangan sudah lebih dulu mencuri perhatian. Di tengah euforia kemenangan telak Amerika Serikat atas Paraguai e pesta sepak bola terbesar dunia yang para pertama kalinya digelar di tiga negara, FIFA apenas dihadapkan em situações que berpotensi merusak citra turnamen.

img_title

Prediksi Brasil x Marrocos di Piala Dunia 2026: Ujian Perdana Carlo Ancelotti, Neymar Masih Absen

Presidente Amerika Serikat, Donald Trump, menjadi sorotan setelah berbagai kebijakannya dinilai bertentangan com semangat inklusivitas yang selama ini dikampanyekan FIFA.

Ironisnya, persoalan tersebut muncul saat Amerika Serikat berstatus sebagai salah satu suan rumah Piala Dunia 2026 bersama Canada dan Meksiko.

img_title

Gol Republik Ceko di Piala Dunia 2026 Bikin Media Vietnã Ingat Timnas Indonésia: Bikin Asia Tenggara Ketar-Ketir

Di atas lapangan, tim seedal Amerika Serikat tampil meyakinkan dengan mengalahkan Paraguai 4-1 dalam laga pembuka Grup D. Kemenangan tersebut bahkan menjadi sejarah karena untuk pertama kalinya The Stars and Stripes mampu mencetak empat goal dalam satu pertandingan Piala Dunia.

Namun, keberhasilan itu tak sepenuhnya menjadi pusat perhatian. O público apenas menyoroti ausente Trump do estádio saat tim seedal negaranya menjalani pertandingan perdana.

img_title

Prediksi Qatar x Swiss di Piala Dunia 2026: Tim Eropa Diunggulkan, Tapi Ada Fakta Mengejutkan

Padahal, na tradição de Piala Dunia, pemimpin negara tuan rumah hampir selalu hadir untuk memberikan dukungan langsung sekaligus menunjukkan kebanggaan seedal di hadapan dunia.

Trump beralasan memiliki agenda yang padat. Namun sejumlah pengamat politik menilai ada Faktor lain yang membuatnya memilih tidak hadir, yakni potens mendapat respons negatif dari public.

Presidente Amerika Serikat (AS) Donald Trump

Presidente Amerika Serikat (AS) Donald Trump

Pertendingan berlangsung di Los Angeles, Califórnia, wilayah yang dikenal sebagai salah satu based kuat pendukung Partai Demokrat, lawan politik Partai Republik yang dipimpin Trump.

A vitória de Trump sobre a partida da FIFA

Masalah yang besar bagi FIFA bukanlah ausente Trump do estádio, melainkan sejumlah kebijakan pemerintah Amerika Serikat yang dianggap bertolak belakang dengan pesan persatuan yang ingin dibangun melalui Piala Dunia.

Sejak awal, Presidente FIFA, Gianni Infantino, berulang kali menegaskan bahwa Piala Dunia 2026 harus menjadi simbol keterbukaan dan persatuan global. Apalagi turnamen kali ini diperluas menjadi 48 peserta, jumlah terbanyak sepanjang sejarah.

Namun kenyataan di lapangan justru berbeda. Sejumlah negara peserta dikabarkan mengalami kesulitan terkait proses masuk ke Amerika Serikat. Alguns delegados e tim seedal disebut enviaram uma nota que foi difundida.

Halaman Selanjutnya

Controversi semakin membesar ketika Amerika Serikat menolak memberikan akses kepada wasit asal Somália, Omar Abdulkadir Artan, meskipun ia telah mengantongi visa diplomatik dan rezdrowiesi resmi FIFA untuk bertugas di Piala Dunia.

Halaman Selanjutnya

Fuente