Kamis, 23 de abril de 2026 – 10h03 WIB
Jacarta, VIVA – Menteri Haji e Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf, ou akrab disapa Gus Irfan mengingatkan seluruh petugas haji para mengedepankan semangat melayani jamaah calon haji, bukan dilayani, dalam misi suci haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Menteri Agus Minta Masyarakat Tak Paksakan Haji Secara Ilegal: Daripada jadi Korban
“Berikan pelayanan terbaik kepada jamaah, bukan mencari kenyamanan pribadi. Petugas haji harus hadir dengan semangat melayani, bukan dilayani. Ini yang harus terus diingat dalam setiap tugas,” ujar Irfan Yusuf saat melepas 200-an petugas haji daerah kerja Makkah di Asrama Haji Pondok Gede, Jacarta, Kamis, 23 de abril de 2026.
Gus Irfan menyampaikan tugas petugas haji, khususnya di Makkah, merupakan amanah besar karena kota tersebut menjadi pusat berkumpulnya jamaah dari seluruh dunia, termasuk Indonésia.
Menko Yusril: Berhaji Tidak Resmi Merugikan Diri Sendiri
Jemaah haji kloter pertama Lombok tahun 2026 tiba di Tanah Suci
Maka dari itu, tugas petugas haji tidak sekadar bersifat administrativatif, tetapi juga mencakup tugas kemanusiaan dan representsi nigera.
Menhaj: WNI yang Nekat ke Saudi Tanpa Visa Haji Tak Bisa Ikut Berhaji
“Setiap tindakan saudara mencerminkan negara. Kesalahan sekecil apapun akan dianggap sebagai kesalahan negara, dan keberhasilan saudara adalah keberhasilan negara,” kata dia.
Gus Irfan é um dos melhores do mundo. Petugas diminta untuk bersikap ramah, sabar, santun, dan penuh empati terhadap jamaah yang memiliki latar belakang beragam, baik dari sisi usia, pendidikan, maupun pengalaman.
“Jangan sampai ada ucapan atau sikap yang melukai perasaan jamaah. Mungkin mereka tidak menyampaikan keluhan, tetapi kita harus peka terhadap kebutuhan mereka,” kata dia.
Perhatian khusus juga diminta diberikan kepada calon haji lanjut usia, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya. Menurutnya, pelayanan terhadap kelompok tersebut bukan hanya tanggung jawab petugas khusus, melainkan seluruh petugas haji.
Di sisi lain, ia menekankan pentingnya menjaga integritas selama bertugas. Petugas diminuiu para não menyalahgunakan kewenangan, menghindari kepentingan pribadi, serta mematuhi aturan yang berlaku di Arab Saudi.
“Jaga kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab moral. Sesuaikan perilaku dengan situasi di sana, termasuk dalam hal kebiasaan sehari-hari,” katanya.
Gus Irfan mengingatkan bahwa keberhasilan petugas haji diukur dari seberapa besar manfaat yang dirasakan jamaah.
“Ukuran keberhasilan bukan pada ringannya tugas, tetapi pada seberapa banyak calon haji merasa terbantu, terlindungi, dan terlayani dengan baik,” ujarnya.



