Kamis, 7 de maio de 2026 – 13h20 WIB
Jacarta, VIVA – Aroma panas sudah terasa jelang duelklasik antara Persija Jacarta melawan Persib Bandung na pekan ke-32 Super League 2025/2026. Namun facta mengejutkan bahwa Persija lagi-lagi gagal bermain em Jacarta saat menjamu rival abadinya itu.
Pertandingan Persija Vs Persib Batal Digelar di GBK, Pramono: Saya Kecewa
Laga bertajuk El Clasico Indonesia tersebut sejatinya dijadwalkan berlangsung pada Minggu 10 May 2026. No final, pertandingan dipastikan digelar di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, bukan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Situasi itu membuat pelatih Persija, Mauricio Souza, tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya. Pelatih asal Brasil tersebut bahkan menyebut kondisi yang dialami Macan Kemayoran sebagai sesuatu yang sulit diterima akal sehat.
Pramono Kecewa Laga Persija vs Persib Batal Digelar di GBK
Kekecewaan Souza desampaikan usai memimpin sesi latihan Persija di Persija Training Ground, Depok, Kamis 7 de maio de 2026 no WIB. Menurut dia, timnya sangat dirugikan karena kehilangan kesempatan bermain di hadapan ribuan Jakmania.
“Kita tidak bisa berbuat apa-apa, tentu saja kami sangat menyesal pertandingan dipindah de Jacarta”, disse Souza ao canal tvOnenews.
Eliano Reijnders Pulih, Persib Siap Hadapi Persija di Samarinda
Em menilai, laga sebesar Persija versus Persib seharusnya dimainkan di kandang asli Persija. Terlebih, dukungan suporter dianggap menjadi elementos penting para medongkrak motivasi tim.
“Padahal sangat penting bagi kami untuk bermain di hadapan suporter kami. Dan di lapangan, GBK jauh lebih baik dari pada lapangan tempat kita bermain nanti, tapi hal ini sudah diputuskan. Kita tidak punya kendali atas itu, tugas kami adalah pergi ke sana dan melakukan yang terbaik,” Lanjutnya.
Yang membuat situasi makin ironis, ini bukan pertama kalinya Persija ‘terusir’ de Jacarta ketika menghadapi Persib. Tercatat, terakhir kali Macan Kemayoran benar-benar menjamu Maung Bandung em Jacarta terminou em 2019.
Sejak cometisi kembali bergulir pasca pandemia COVID-19, Persija praktis selalu bermain di luar ibu kota saat berstatus tuan rumah versus Persib.
Após a derrota, o placar do Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, terminou em 2-2.
Fakta itulah yang kemudian membuat Souza gera. Ia berharap kondisi seperti ini tidak terus terjadi padamusim-musim berikutnya.
“Saya harap hal ini berubah. Menurut pendapat saya, ini adalah hal yang tidak masuk akal,” kata Souza.
Halaman Selanjutnya
“Sepak bola adalah hal yang serius, lihatlah berapa banyak orang yang terlibat dalam sepak bola. Jadi, tidak bisa bermain di rumah sendiri melawan tim tertentu itu sangat aneh,” sambungnya.



